MUNA,TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna mulai fokus menyelesaikan persoalan air bersih di beberapa kecamatan.
Tahun ini, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk penyambungan dan rehabilitasi pipa tersier.
"Anggarannya bersumber dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang melekat pada Dinas PUPR," kata Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muna, Muhamad Nuhayat Fariki, Jumat (1/10/2021).
Anggaran sebesar Rp 7 miliar itu diporsikan untuk empat kecamatan yakni penyambungan pipa tersier di Kecamatan Kontunaga sebesar Rp 1,5 miliar, Napabalano Rp 1 miliar, Lohia Rp 2 miliar, Batalaiworu Rp 1,5 miliar dan sisanya Rp 1 miliar untuk rehabilitasi jaringan pipa dalam Kota Raha.
Baca juga: Rawan Bermasalah dengan Hukum, Pengesahan APBD-P Jatim 2021 Terancam Divoting
