Harga Ayam, Bawang hingga Beras Mulai Naik di Pasar Anduonohu Jelang Lebaran

Herdin Hidayat, telisik indonesia
Kamis, 12 Maret 2026
0 dilihat
Harga Ayam, Bawang hingga Beras Mulai Naik di Pasar Anduonohu Jelang Lebaran
Harga sejumlah komoditas di Pasar Anduonohu memgalami kenaikan jelang lebaran. Foto: Herdin Hidayat/Telisik.

" Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Kendari mulai mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 "

KENDARI, TELISIK.ID - Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Kendari mulai mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026. Komoditas seperti daging ayam, bawang merah, dan beras menjadi yang paling terdampak kenaikan harga tersebut.

Berdasarkan pantauan di Pasar Anduonohu pada Rabu (11/3/2026), harga daging ayam potong kini menyentuh angka Rp 70.000 hingga Rp 75.000 per ekor untuk ukuran 2,2 Kg-2,4 Kg. Harga ini naik dari harga normal yang sebelumnya berkisar Rp 65.000 hingga Rp 70.000 untuk ukuran yang sama.

Sementara itu, harga bawang merah melonjak menjadi Rp 50.000 per Kg dari sebelumnya Rp 40.000 per Kg. Komoditas beras juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000 per Kg, dari harga normal Rp 14.000 per Kg menjadi Rp 16.000 per Kg untuk merek yang sama.

Salah seorang pedagang ayam, Akbar mengatakan, kenaikan ini sudah terjadi sejak dua hari yang lalu. Menurutnya, lonjakan harga dipicu oleh tingginya permintaan menjelang Lebaran.

“Stok sebenarnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai lebaran, tapi harga dari distributor memang naik. Pembeli banyak yang mengeluh karena kenaikan ini cukup terasa,” jelas Akbar saat ditemui di lapaknya.

Baca Juga: Dugaan Pungli Tiket Mudik Gratis di Pelabuhan Nusantara Kendari

Senada, AF seorang pedagang di Pasar Anduonohu menyebutkan, harga bawang mulai merangkak naik sejak pertengahan bulan puasa. Meski stok barang melimpah, kenaikan harga tak terhindarkan.

“Harga naik karena tren menjelang lebaran. Stok barang masih cukup banyak saat ini, namun sekitar 30 persen pembeli mengeluhkan mahalnya harga bawang sekarang,” tuturnya.

Di sisi lain, salah satu pedagang beras di pasar yang sama, Lina mengungkapkan, kenaikan harga beras kualitas medium sudah terasa bahkan sebelum memasuki bulan puasa. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan yang lancar dari penggilingan.

Kondisi ini pun mulai menekan daya beli masyarakat. Salah seorang pembeli di Pasar Anduonohu, Wini mengaku sangat merasakan beratnya kenaikan harga bahan pokok saat ini. Meski begitu, ia mengaku sudah terbiasa dengan siklus kenaikan harga setiap tahunnya.

“Harga rata-rata naik, apalagi menjelang lebaran begini, mahal sekali bahan-bahan pokok. Tapi saya tidak terlalu kaget lagi karena memang sudah begini polanya kalau mau lebaran,” ungkap Wini.

Ia menambahkan, kenaikan ini sudah mulai ia rasakan semenjak awal Ramadan. Untuk menyiasatinya, Wini terpaksa lebih selektif dalam berbelanja agar keuangan dapur tetap stabil.

Baca Juga: Cair Hari Ini, Gubernur Sulawesi Tenggara Serahkan TPG dan Gaji ke-13 Guru PPPK Lingkup Pemprov

“Pembelian saya kurangi karena harga bahan pokok naik. Sekarang saya utamakan yang paling penting saja baru saya beli,” tambahnya.

Hal serupa dikeluhkan oleh Riska, ibu rumah tangga lainnya yang mengatakan, harga hampir semua bahan pokok yang dibutuhkan sehari-hari melonjak dalam tujuh hari terakhir.

"Saya kurangi takaran belanja agar lebih hemat karena kenaikannya merata di semua barang," pungkasnya. (A)

Penulis: Herdin Hidayat

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga