KENDARI, TELISIK.ID – Pasca ditemukannya Agung Kurniawan (14), santri Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an (PPTQ) Darur Raihanun Nahdatul Wathan, yang dinyatakan hilang sejak enam bulan lalu, pihak pesantren mengaku belum ada komunikasi dengan keluarga santri.
Penanggung jawab PPTQ Darur Raihanun Nahdatul Wathan, Umi Baiq Saidahhar, menyayangkan sikap warga dan keluarga Agung yang berdemo hingga melakukan penyegelan pesantren beberapa waktu lalu.
“Dari pihak keluarga (Agung) maupun pendemo paling tidak minta maaf sama pihak pesantren karena sudah mencemarkan nama pondok, sampai dibilang menjual orang, menculik, membunuh,” kata Umi Baiq Saidahhar kepada telisik.id, Kamis (8/8/2024).
Umi Baiq membantah tuduhan bahwa pesantrennya telah menjual, menculik, dan membunuh Agung.
Baca Juga: Tiga Jembatan Vital di Kota Kendari Ditutup Empat Hari, Simak Jadwalnya
