Prestasi hingga Nasional, SMKN 6 Kendari Perkuat Disiplin dan Siapkan Siswa Kerja ke Luar Negeri
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Selasa, 27 Januari 2026
0 dilihat
Kepala SMKN 6 Kendari, Sitti Ma'wa Rohani. Foto: Ana Pratiwi/Telisik.
" SMK Negeri 6 Kendari mencatat sejumlah capaian prestasi sepanjang tahun 2025 "

KENDARI, TELISIK.ID - SMK Negeri 6 Kendari mencatat sejumlah capaian prestasi sepanjang tahun 2025, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Prestasi tersebut diraih baik melalui bidang akademik maupun non-akademik, di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang masih dihadapi sekolah.
Kepala SMKN 6 Kendari, Sitti Ma’wa Rohani mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil pembinaan berkelanjutan terhadap potensi siswa, khususnya melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi kejuruan.
“Alhamdulillah, di tahun 2025 SMK Negeri 6 Kendari memiliki berbagai capaian prestasi, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional,” ujar Sitti Ma’wa Rohani kepada telisik.id, Rabu (7/1/2026) lalu.
Di tingkat provinsi, siswa SMKN 6 Kendari meraih prestasi melalui cabang futsal dan bola voli putri yang berhasil meraih juara dalam kompetisi antar SMA/SMK.
Sementara di bidang seni dan kreativitas, siswa juga mencatatkan prestasi hingga tingkat kota dan provinsi.
Pada level nasional, SMKN 6 Kendari mengirimkan dua siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) setelah meraih juara pertama di tingkat provinsi dan mewakili Sulawesi Tenggara.
“Memang hanya jurusan RPL yang bisa mengikuti LKS. Dengan fasilitas yang masih terbatas di banding sekolah-sekolah di Pulau Jawa, kami fokus pada pembinaan keterampilan dan mental siswa. Bisa sampai ke tingkat nasional saja sudah menjadi kebanggaan,” jelasnya.
Baca Juga: SMK Negeri 2 Kendari Antisipasi Tawuran Antarpelajar, Ini Strategi yang Dilakukan
Meski belum menembus sepuluh besar nasional, pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi siswa. Ke depan, pihak sekolah menargetkan dapat mengikuti lebih banyak kategori lomba pada jurusan RPL.
Selain prestasi, SMKN 6 Kendari juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa. Menurut Sitti Ma’wa Rohani, karakter menjadi tantangan utama dunia pendidikan saat ini.
“Karakter menjadi tantangan terbesar. Anak-anak sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya, sehingga perlu kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter mereka,” tegasnya.
Sekolah menerapkan disiplin ketat, terutama terkait waktu masuk. Jam masuk ditetapkan pukul 06.30 hingga 07.05 WITA.
Siswa yang terlambat tetap diperbolehkan mengikuti pelajaran, namun mendapat pembinaan. Jika pelanggaran berulang, orang tua akan dipanggil.
Kebijakan disiplin tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri, khususnya sektor pertambangan yang menuntut ketepatan waktu dan etos kerja tinggi.
“Di dunia kerja, terutama pertambangan, jam 6 pagi itu sudah harus siap kerja, bukan sekadar absen. Karena itu, disiplin sejak di sekolah sangat penting,” ujarnya.
Di sisi lain, SMKN 6 Kendari juga mengembangkan program penyiapan tenaga kerja ke luar negeri sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pada tahun 2025, dari 11 SMK se-Sulawesi Tenggara yang mengusulkan program tersebut ke kementerian, hanya SMKN 6 Kendari yang dinyatakan lolos.
Sebanyak 11 siswa telah mengikuti pelatihan selama sekitar tiga bulan dan menjalani tes di Makassar.
Saat ini, sekolah masih menunggu hasil kelulusan dan sertifikasi sebagai syarat penempatan kerja, termasuk peluang kerja di Jepang.
“Program ini kami siapkan serius, mulai dari pemetaan minat siswa, pelatihan, hingga kerja sama dengan BP3MI dan Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Sitti Ma’wa Rohani.
Ia menambahkan, mayoritas lulusan SMKN 6 Kendari memilih bekerja terlebih dahulu sambil melanjutkan kuliah secara daring, sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah alumni.
Baca Juga: SMKN 4 Kendari Hentikan Iuran Orang Tua, Butuh Perhatian Khusus Pemerintah untuk Pendidikan Kejuruan
Meski demikian, pihak sekolah mengakui masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, hampir di seluruh jurusan.
Kebutuhan mendesak meliputi komputer, laboratorium Analisis Pengujian Laboratorium (APL), serta peralatan praktik pertambangan bernilai miliaran rupiah.
“Kami masih sangat terbatas. Mudah-mudahan ke depan ada dukungan anggaran dan bantuan pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pembelajaran,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS