Punya 160 Kios Pangan, Pemkot Kendari Sebut Akses Kebutuhan Pokok Murah Kian Meluas

Gede Suyana Sriski, telisik indonesia
Kamis, 29 Januari 2026
0 dilihat
Punya 160 Kios Pangan, Pemkot Kendari Sebut Akses Kebutuhan Pokok Murah Kian Meluas
Kota Kendari kini mempunyai 160 kios pangan dan didukung oleh BI Sultra. Foto: Gede Suyana Sriski/Telisik.

" Akses masyarakat terhadap pangan murah di Kota Kendari semakin terbuka lebar "

KENDARI, TELISIK.ID - Akses masyarakat terhadap pangan murah di Kota Kendari semakin terbuka lebar. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) terus mengakselerasi perluasan kios pangan sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menekan laju inflasi.

Hingga akhir Januari 2026, jumlah kios pangan yang tersebar di berbagai sudut Kota Kendari tercatat telah menembus 160 titik. Keberadaan kios-kios tersebut menjadi penyangga distribusi pangan sekaligus alternatif belanja masyarakat di luar pasar tradisional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf menjelaskan, program kios pangan berawal dari proyek perubahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dirancang sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah melalui penguatan pasokan dan distribusi pangan.

"Awalnya kita mulai dari 10 kios dulu, ternyata perkembangannya sangat baik dan respons dari masyarakat juga tinggi,” ujar Abdul Rauf, Rabu (28/1/2026).

Ia juga mengatakan, inovasi ini mendapat sambutan positif dari Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (BI Sultra). Bahkan, BI turut menginisiasi pembentukan perkumpulan kios pangan yang diluncurkan pada 11 Agustus 2025 lalu. Saat itu, jumlah kios tercatat sebanyak 120 titik dan diresmikan langsung bersama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.

Baca Juga: Agrowisata California Hadirkan Taman Kelinci Pertama di Sultra dan Aula Kapasitas Besar

Ia menyebutkan, kios pangan merupakan perpanjangan tangan dari Bulog. Terdapat tiga komoditas utama yang disalurkan, yakni beras pemerintah (SPHP), gula, dan minyak goreng yang seluruhnya difasilitasi langsung oleh Bulog.

"Dengan hadirnya kios pangan di lingkungan pemukiman sekitar, masyarakat tidak repot-repot lagi ke pasar. Karena kebutuhan pokok sudah tersedia di dekat rumah,” ungkapnya.

Untuk harga, beras SPHP di kios pangan dipatok dengan harga eceran tertinggi Rp 62.500 per 25 kilogram. Sementara itu, pemerintah juga memberikan subsidi cukup besar untuk komoditas gula dan minyak goreng agar tetap terjangkau masyarakat.

Baca Juga: Bank Sultra Luncurkan Agen ANOALink, Perluas Layanan Perbankan hingga Pelosok

Selain menjaga stabilitas harga, keberadaan kios pangan dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil melalui aktivitas jual beli harian.

Selain menjadi konsumen, masyarakat juga bisa menjadi mitra kios pangan. Abdul Rauf membuka peluang bagi masyarakat yang ingin bermitra atau membuka kios pangan baru. Syaratnya pun terbilang sederhana.

"Cukup menyiapkan KTP dan titik lokasi kios. Selanjutnya akan difasilitasi melalui sistem Klik SPHP, bermitra dengan Bulog atas rekomendasi Dinas Ketahanan Pangan," tutupnya. (C)

Penulis: Gede Suyana Sriski

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga