KENDARI, TELISIK.ID – Anggota DPR RI Komisi X, Dra. Hj. Tina Nur Alam, M.M menjelaskan dampak COVID-19 hingga sekarang telah membuat seluruh sektor mengalami kerugian, termasuk di sektor pariwisata.

Legislator Dapil Sultra ini menyebut, pariwisata di Wakatobi begitu merasakan dampaknya. Bahwa pemasukan dari wisata saja melalui pajak dan retribusi sudah mencapai 30 persen dari pendapatan daerah.

“Saat wisata di Wakatobi terdampak COVID-19, 385 karyawan dirumahkan, 640 usaha pariwisata tidak beroperasi, 344 pelaku usaha ekonomi kreatif tidak berproduksi, enam event di batalkan dan tujuh obyek wisata ditutup sementara,” ucap Tina Nur Alam, saat membuka bimbingan teknis sinkronisasi adaptasi kebiasaan baru promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika, Selasa (1/12/2020).

Ia juga menerangkan, pelaku sektor pariwisata mesti menjaga kepatuhan kepada protokol kesehatan dan prinsip Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE).

Sebab, kata dia, hal tersebut merupakan bagian sertifikasi yang menjadi elemen penting bagi destinasi dan industri pariwisata selama masih adanya pandemi.