adplus-dvertising

Ratusan Karyawan Sektor Pariwisata di Wakatobi Kena PHK

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Rabu, 02 Desember 2020
1199 dilihat
Ratusan Karyawan Sektor Pariwisata di Wakatobi Kena PHK
Ilustrasi Korban PHK. Foto: CNNIndonesia.com

" Siap tidaknya, destinasi pariwisata bisa dilihat dari sertifikasi CHSE. Apalagi CHSE menjadi jaminan kesehatan pengunjung selama di destinasi. Oleh karena itu, bagi pelaku sektor pariwisata untuk segera mengurus CHSE ini. "

KENDARI, TELISIK.ID – Anggota DPR RI Komisi X, Dra. Hj. Tina Nur Alam, M.M menjelaskan dampak COVID-19 hingga sekarang telah membuat seluruh sektor mengalami kerugian, termasuk di sektor pariwisata.

Legislator Dapil Sultra ini menyebut, pariwisata di Wakatobi begitu merasakan dampaknya. Bahwa pemasukan dari wisata saja melalui pajak dan retribusi sudah mencapai 30 persen dari pendapatan daerah.

“Saat wisata di Wakatobi terdampak COVID-19, 385 karyawan dirumahkan, 640 usaha pariwisata tidak beroperasi, 344 pelaku usaha ekonomi kreatif tidak berproduksi, enam event di batalkan dan tujuh obyek wisata ditutup sementara,” ucap Tina Nur Alam, saat membuka bimbingan teknis sinkronisasi adaptasi kebiasaan baru promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika, Selasa (1/12/2020).


Ia juga menerangkan, pelaku sektor pariwisata mesti menjaga kepatuhan kepada protokol kesehatan dan prinsip Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE).

Sebab, kata dia, hal tersebut merupakan bagian sertifikasi yang menjadi elemen penting bagi destinasi dan industri pariwisata selama masih adanya pandemi.

Baca juga: Merugi dan Nyaris Gulung Tikar, Pedagang Rombengan Lawata Memilih Bertahan

Sehingga memiliki CHSE juga mendapatkan pengakuan supaya pelaku usaha tetap eksis walau dalam kondisi pandemi. Sebab telah memegang sertifikasi tersebut.

“Siap tidaknya, destinasi pariwisata bisa dilihat dari sertifikasi CHSE. Apalagi CHSE menjadi jaminan kesehatan pengunjung selama di destinasi. Oleh karena itu, bagi pelaku sektor pariwisata untuk segera mengurus CHSE ini,” ujarnya.

Politisi Nasdem itu juga menyebut, 74 persen konsumen Indonesia ingin kembali berlibur jika wabah COVID-19 telah usai. Sehingga Tina Nur Alam berharap para pelaku usaha pariwisata untuk optimis.

“Kami juga mendorong industri pariwisata, bisa serius mengelolah framing destinasi pariwisata via digital, khususnya media sosial (medsos). Karena melenial adalah pasar potensial di era digital ini. Maka kedepan harus berbenah agar pariwisata ini lebih dekat dengan anak-anak muda yang lebih dekat dengan dunia digital,” tambah Tina Nur Alam. (B)

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga