adplus-dvertising

Ribuan Guru di Kolaka Utara Sudah Vaksinasi

Muh. Risal H, telisik indonesia
Rabu, 04 Agustus 2021
635 dilihat
Ribuan Guru di Kolaka Utara Sudah Vaksinasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolut, Muh. Idrus. Foto: Muh. Risal/Telisik

" Sebanyak 1.402 orang telah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua, belum vaksin dosis dua sebanyak 1.029 orang dan belum vaksin dosis satu 665 orang "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Ribuan pendidik (guru) dan tenaga kependidikan di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) telah menjalani vaksinasi dosis satu dan dua.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kolut, Muh Idrus, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kolut, per tanggal 11Juli 2021, dari 3.096 target sasaran vaksinasi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pendidik dan tenaga kependidikan di Kolut.

Sebanyak 1.402 orang telah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua, belum vaksin dosis dua sebanyak 1.029 orang dan belum vaksin dosis satu 665 orang.


"Berarti yang telah melakukan vaksinasi telah mencapai 78,52 persen (%) dan telah memenuhi syarat standar pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas," kata Idrus, Rabu (4/8/2021).

Sementara itu, melalui rapat bersama Tim Satgas COVID-19 Kolut yang dipimpin langsung Sekda Kolut, Taupik Sonda, Kasat Pol PP, Perwakilan Dinkes, perwakilan Polres Kolut, Koramil 1412-03/Lasusua, dan Direktur BLUD RS Djafar Harun Lasusua, pada tanggal 3/8/2021 kemarin.

Kadis Dikbud Kolut melalui permohonan rekomendasi pembelajaran tatap muka secara terbatas menjelaskan berdasarkan monev Dikbud Kolut tentang pelaksanaan PBM daring dan home visit yang selama ini berlangsung disimpulkan bahwa.

"Pertama, pembelajaran yang dilakukan secara daring sangat tidak efektif karena kondisi sebagian wilayah Kolaka Utara belum terjangkau jaringan internet," jelasnya

Selanjutnya, pembelajaran daring dan home visit sangat tidak cocok dan terkesan membatasi waktu bermain bagi peserta didik jenjang PAUD/TK.

"Pembelajaran secara daring sangat tidak cocok dilakukan bagi peserta didik pada kelas rendah (1, 2, dan 3) jenjang sekolah dasar dan cenderung berpengaruh negatif bagi peserta didik kelas tinggi (4, 5, dan 6) dan peserta didik jenjang SMP demikian juga pada SKB dan PKBM," tuturnya.

Atas dasar tersebut, Idrus berharap pasca level 3 PPKM lanjutan dan simulasi selesai digelar tanggal 10 dan 11 Agustus 2021. Semua jenjang pendidikan mulai PAUD/TK, SD, dan SMP sudah bisa menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat di sekolah.

Baca Juga: 250 Tahanan Polda Jatim Jalani Vaksinasi COVID-19

Baca Juga: Gaji Petugas Pemulasaraan Jenazah COVID-19 di RS Bahteramas Kalah Jauh dengan RSUD

"Meski demikian, bagi orang tua yang tidak mengizinkan anakanya untuk belajar tatap muka maka tetap bisa mengikuti pelajaran secara online," bebernya.

Idrus juga menghimbau pendidikan dan tenagah pendidikan lingkungan Kolut agar bersinergi dengan pemerintah setempat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dikbud Kolut, Ismail saat ditemui beberapa waktu lalu menuturkan, jika salah satu kekurangan belajar daring, sebagian siswa justru banyak memanfaatkannya untuk bermain game online.

"Selain itu, banyak orang tua siswa yang mulai jenuh sehingga mendesak pihak sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka," terangnya. (B)

Reporter: Muh. Risal

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga