adplus-dvertising

Rumah dan Sawah Milik Warga di Koltim Rusak Akibat Banjir

Muh. Sabil, telisik indonesia
Rabu, 29 September 2021
692 dilihat
Rumah dan Sawah Milik Warga di Koltim Rusak Akibat Banjir
Banjir yang terjadi di Desa Tawarombadaka, Kecamatan Tinondo, Koltim, merusak rumah dan sawah warga. Foto: Ist.

" Sedikitnya 18 rumah, sebuah masjid, dan 50 hektare sawah milik warga terendam air yang bercampur lumpur. "

KOLAKA TIMUR, TELISIK.ID - Sejumlah rumah warga dan puluhan hektar persawahan yang terletak di Desa Tawarombadaka, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), terendam banjir, Selasa (28/9/2021) pagi.

Hal ini diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi serta terus menerus mengguyur wilayah Koltim dan sekitarnya, hingga volume air meningkat.

Sedikitnya 18 rumah, sebuah masjid, dan 50 hektare sawah milik warga terendam air yang bercampur lumpur.


Camat Tinondo, Ahmad S.Pd saat dihubungi Telisik.id melalui sambungan telepon seluler membenarkan kejadian tersebut.

“Benar telah terjadi banjir, sementara ini kami terus memantau lokasi. Selain rumah ibadah (masjid), ada 18 rumah warga, dan kurang lebih 50 hektare sawah ikut terendam,” ungkap Ahmad, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Akibat Gelombang Tinggi Dua Meter, Nelayan Tak Berani Melaut

Baca juga: Struktur Pendapatan Belanja dan Pembiayaan Daerah APBD-P Kolut Tahun 2021 Sah, Ini Rinciannya

Lanjut Ahmad, akses jalan sempat terputus, tepatnya jalan yang menghubungkan antara poros Tineggi-Solewatu dan jalan menuju SDN 1 Tawarombadaka. Namun, hal tersebut sudah ditangani sehingga akses jalan sudah kembali normal.

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga setempat memperkirakan jika banjir terjadi akibat adanya longsor di sekitar pegunungan.

"Perkiraan kami banjir ini karena longsor dari gunung juga," terang Mirwan (42) salah satu warga Desa Tawarombadaka.

Hal serupa juga diungkapkan Sami (37). Ia menuturkan bahwa akibat tanah longsor yang berasal dari pegunungan sekitar Desa Tawarombadaka ditambah kondisi hutan yang sudah gundul, membuat debit air besar.

"Lihat saja di atas itu gunung sudah gundul ditambah longsor akhirnya kalo hujan begini gampang banjir. Tanggul di sini juga tidak bisa lagi tampung air banyak," ungkapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai adanya korban jiwa. Namun warga diimbau berjaga-jaga mengantisipasi banjir susulan. (A)

Reporter: Muh Sabil

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga