SDN 52 Kendari Gelar Kegiatan Kokurikuler Bertema Budaya dan Kewirausahaan

Erni Yanti, telisik indonesia
Kamis, 16 April 2026
0 dilihat
SDN 52 Kendari Gelar Kegiatan Kokurikuler Bertema Budaya dan Kewirausahaan
Sejumlah siswa SD Negeri 52 Kendari menampilkan tarian tradisional nusantara dalam kegiatan kokurikuler bertema kebudayaan dan kewirausahaan di lingkungan sekolah mereka, Kamis (16/4/2026). Foto: Erni Yanti/Telisik

" SD Negeri 52 Kendari menggelar kegiatan kokurikuler dengan mengusung tema kebudayaan dan kewirausahaan, yang berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh siswa, guru, serta dukungan orang tua "

KENDARI, TELISIK.ID – SD Negeri 52 Kendari menggelar kegiatan kokurikuler dengan mengusung tema kebudayaan dan kewirausahaan, yang berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh siswa, guru, serta dukungan orang tua, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut menampilkan dua agenda utama, yakni pentas seni budaya dan market day.

Dalam pentas seni, para siswa menampilkan beragam tarian dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian budaya.

Sementara itu, pada market day, siswa mempraktikkan langsung kegiatan jual beli sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.

Baca Juga: UMW Kendari Jadi Rujukan Universitas Muhammadiyah Kembangkan Prodi Farmasi dan TLM

Kepala SDN 52 Kendari, Agustina, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kemandirian, gotong royong, serta membekali siswa dengan keterampilan dasar untuk masa depan.

“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik langsung. Kegiatan kokurikuler ini menjadi penguatan antara teori dan praktik yang mereka dapatkan dalam pembelajaran,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan keberagaman budaya kepada siswa sejak dini.

Menurut Agustina, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari seni hingga bahasa, yang harus dipahami dan dilestarikan oleh generasi muda.

“Meski kita berbeda-beda, kita tetap satu kesatuan. Nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” tambahnya.

Koordinator kegiatan sekaligus guru seni budaya, Aan Whiti Estari, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler merupakan bagian dari pembelajaran yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik di lapangan.

“Market day diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5, sedangkan pentas seni oleh kelas 6. Dalam market day, siswa belajar menghitung keuntungan, bekerja sama, hingga membuat laporan, yang mencakup berbagai mata pelajaran seperti matematika dan Bahasa Indonesia,” jelasnya.

Untuk pentas seni, siswa diberikan kebebasan memilih tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini bertujuan agar mereka lebih mengenal dan mencintai keberagaman budaya nasional.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Kendari Perkuat Kepatuhan FKRTL dan Dorong Layanan Lebih Bermutu

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa budaya Indonesia sangat beragam. Dengan begitu, mereka bisa ikut melestarikannya di tengah arus globalisasi,” kata Aan.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari orang tua siswa yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara. Pihak sekolah menilai, keterlibatan orang tua menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut.

Salah satu siswa, Aqyla Ramadhani, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia bersama teman-temannya rutin berlatih karena antusias dengan pentas seni yang ditampilkan.

“Kami latihan terus supaya tampil maksimal. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus ada dan ditiru oleh adik-adik kelas,” ujarnya. (A-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga