adplus-dvertising

Sebelum Produksi Massal Kalung Antivirus Corona, DPR Sarankan Kementan Lakukan Uji Coba

Marwan Azis, telisik indonesia
Minggu, 05 Juli 2020
853 dilihat
Sebelum Produksi Massal Kalung Antivirus Corona, DPR Sarankan Kementan Lakukan Uji Coba
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Foto: Ist.

" Katanya ini kan mau kerjasama dengan pihak swasta. Kalau sudah yakin bahwa ini efektif sebagai antivirus corona, pihak swasta kelihatannya bisa berperan aktif. Terutama dalam mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) disarankan melakukan uji coba terlebih dahulu kalung antivirus corona sebelum diproduksi massal.

“Menurut saya, hasil penelitian Kementan tersebut masih perlu diuji lebih lanjut lagi. Pasalnya, penelitian tersebut dinilai belum benar-benar terbukti ampuh sebagai antivirus corona. Apalagi, masih ada beberapa lembaga penelitian dan peneliti yang meragukan efektivitas bahan eucaplyptus tersebut,” kata Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay yang membidangi masalah kesehatan ketika berbincang dengan Telisik.id di Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku sudah mendapatkan botol kecil minyak eucaplyptus dan dan mencoba rasanya.


“Beberapa hari lalu, teman saya memberikan satu botol kecil minyak eucaplyptus kepada saya. Saya sudah mencoba dan membukanya. Lalu, saya oleskan ke bagian leher dan pundak saya. Rasanya sedikit panas, lebih panas dari minyak kayu putih. Dari label di bawahnya, saya tahu bahwa itu produk Kementan. Tetapi, apa betul bahwa itu bisa mencegah Corona? Menurut saya, masih perlu pembuktian lebih lanjut,” bebernya.

Baca juga: Aliansi Nasional Anti Komunis Hari Ini Gelar Apel Siaga Ganyang Komunis

Dikatakan, saat ini, Indonesia dan bahkan negara-negara lain sangat membutuhkan antivirus corona. Bahkan, Indonesia juga butuh vaksin dan juga obat yang bisa menyembuhkan. Namun demikian, hasil penelitian yang ada sangat perlu diujicobakan lebih lanjut sehingga diyakini betul keampuhannya.

“Kalau benar kementan menemukan antivirus corona, tentu itu sangat membanggakan. Namun jika klaim antivirus corona itu nanti ternyata tidak terbukti, bisa jadi akan ada penilaian tidak baik,” tutur Pelaksana Harian Ketua Fraksi PAN DPR RI.

Dalam konteks ini, lanjut mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini, Kementan diminta untuk memperhitungkan segala aspek jika ingin melakukan produksi massal. Termasuk sumber anggaran dan mekanisme pendistribusiannya kepada masyarakat. Sebab, upaya memproduksi eucaplyptus secara massal tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Katanya ini kan mau kerjasama dengan pihak swasta. Kalau sudah yakin bahwa ini efektif sebagai antivirus corona, pihak swasta kelihatannya bisa berperan aktif. Terutama dalam mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan,” tandasnya.

Seraya menambahkan, kalau anggaran produksinya dari pihak swasta, masalahnya tidak akan rumit. Tapi kalau menggunakan APBN, lalu pihak swasta ada di situ, persoalannya akan menjadi lebih kompleks.

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga