Sosok Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono: Sahabat Sejak SMP Wafat di Puncak Cartensz, Begini Kronologinya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 03 Maret 2025
0 dilihat
Dua sahabat sejak SMP, Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono, meninggal di puncak Carstensz. Foto: Repro Tribunnews
" Ranah pendakian dikejutkan dengan kabar duka dari Puncak Carstensz, Papua Tengah. Dua pendaki veteran, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan acute mountain sickness yang menyebabkan hipotermia "


NABIRE, TELISIK.ID - Ranah pendakian dikejutkan dengan kabar duka dari Puncak Carstensz, Papua Tengah. Dua pendaki veteran, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan acute mountain sickness yang menyebabkan hipotermia.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 1 Maret 2025, ketika mereka berusaha mencapai puncak dalam misi menaklukkan tujuh gunung tertinggi di Indonesia.
Lilie dan Elsa merupakan sahabat sejak duduk di bangku SMP dan kembali bersama saat SMA di SMAK St. Albertus Malang, atau yang dikenal sebagai SMA Dempo.
Keduanya telah lama menjadikan pendakian sebagai bagian dari hidup mereka, bahkan menjuluki diri sebagai "Hiking Queen". "We are not the dancing queen, we are the hiking queen," tulis Lilie dalam unggahan Instagramnya pada 8 November 2024.
Kronologi Kejadian
Mengutip dari Tirto, Senin (3/3/2025), Tim pendakian Lilie dan Elsa terdiri dari sepuluh orang, termasuk penyanyi Fiersa Besari. Mereka memulai perjalanan ke Puncak Carstensz dengan persiapan matang.
Namun, saat mencapai ketinggian 4.884 mdpl, cuaca memburuk secara drastis. Angin kencang dan badai salju menyebabkan suhu turun ekstrem, mengakibatkan beberapa pendaki mengalami hipotermia.
Tiga pendaki lainnya turut terdampak serangan suhu dingin ekstrem. Lilie dan Elsa yang mengalami gejala lebih parah akhirnya tidak dapat bertahan. Tim pendakian segera melakukan evakuasi darurat, namun kondisi ekstrem membuat penyelamatan menjadi sulit.
Baca Juga: Profil Dr Azhari: Dari Akademisi Hingga Pemimpin Buton Tengah
Jenazah Lilie dan Elsa berhasil diturunkan ke Lembah Kuning, sebuah area di ketinggian 4.200 mdpl yang sering digunakan sebagai tempat aklimatisasi.
"Evakuasi korban baru bisa dilakukan pada Minggu, 2 Maret 2025 pagi," ujar salah satu anggota tim penyelamat.
Dari Lembah Kuning, jenazah mereka kemudian diterbangkan ke Timika sebelum akhirnya dipulangkan ke Jakarta.
Perjalanan Panjang di Dunia Pendakian
Lilie dan Elsa dikenal sebagai pendaki veteran yang telah menjelajahi berbagai gunung di Indonesia dan luar negeri. Mereka tergabung dalam komunitas Kura-kura Gunung, yang telah mendaki puluhan gunung sejak terbentuknya.
Sebelum mendaki Carstensz, Lilie telah menuntaskan enam dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia. Gunung terakhir dalam misinya adalah Puncak Jaya. Sayangnya, perjalanan terakhir ini justru menjadi perpisahan mereka dengan dunia pendakian.
"Kami ingin menaklukkan tujuh puncak tertinggi di Indonesia," tulis Elsa dalam akun Instagramnya, @exploreelsa.
Persahabatan yang Terjalin Kembali
Setelah sempat terpisah selama bertahun-tahun akibat kesibukan masing-masing, Lilie dan Elsa kembali dipertemukan oleh media sosial. Saat ulang tahun Elsa ke-50, ia ditanya tentang keinginannya dan menjawab, "Mendaki Gunung Semeru."
Baca Juga: Profil Sumitro Djojohadikusumo: Orang Tua Prabowo Pencetus Awal Danantara
Keinginan itu menjadi awal perjalanan baru mereka dalam dunia pendakian. Meskipun sempat gagal mencapai puncak Semeru, keduanya tidak menyerah. Mereka terus mendaki hingga akhirnya berhasil menaklukkan berbagai gunung di Indonesia dan luar negeri.
Dalam unggahan terakhir mereka, Lilie dan Elsa membagikan momen kebersamaan saat mendaki dengan latar lagu "Dancing Queen" dari ABBA. "Hutan adalah lantai dansa kami," tulis mereka dalam keterangan video yang menggambarkan persahabatan mereka selama lebih dari 40 tahun.
Duka Mendalam di Dunia Pendakian
Kabar meninggalnya Lilie dan Elsa menyisakan duka mendalam bagi komunitas pendaki. Banyak sahabat dan rekan pendaki mengungkapkan belasungkawa melalui media sosial.
"Mereka adalah inspirasi bagi banyak pendaki perempuan," tulis salah satu rekan mereka di komunitas Kura-kura Gunung. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS