Tak Naik, Purbaya Tambah Suntikan Dana Subsidi BBM Rp 100 Triliun

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 02 April 2026
0 dilihat
Tak Naik, Purbaya Tambah Suntikan Dana Subsidi BBM Rp 100 Triliun
Menkeu Purbaya berkesempatan memberikan sambutan pada acara Wisuda Universitas Indonesia Program Sarjana dan Vokasi Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Foto: [email protected]

" Keputusan pemerintah menahan harga bahan bakar minyak di tengah tekanan global berlanjut dengan penyesuaian anggaran subsidi energi yang signifikan tahun ini "

JAKARTA, TELISIK.ID - Keputusan pemerintah menahan harga bahan bakar minyak di tengah tekanan global berlanjut dengan penyesuaian anggaran subsidi energi yang signifikan tahun ini.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan harga bahan bakar minyak tetap tidak mengalami kenaikan, meski tekanan harga minyak dunia masih berfluktuasi.

Kebijakan tersebut diikuti dengan rencana penambahan anggaran subsidi energi dalam jumlah besar guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Budi Sadewa menyampaikan bahwa tambahan anggaran subsidi energi diperkirakan berada pada kisaran Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun.

Baca Juga: Harga BBM di Semua SPBU Disebut Naik Awal April 2026, Berikut Rinciannya

Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026. Ia menegaskan bahwa angka tersebut masih dalam tahap perhitungan lanjutan oleh pemerintah.

“Iya kira-kira (sekitar Rp90-100), nanti kita hitung lagi. Itu subsidi doang ya,” ujar Purbaya, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (2/4/2026).

Penambahan anggaran ini disiapkan untuk mengantisipasi dampak gejolak harga minyak global yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah pemerintah untuk menjaga kestabilan harga energi domestik di tengah tekanan eksternal.

Meski demikian, pemerintah belum merinci secara detail sumber pendanaan tambahan tersebut. Purbaya menyebut kondisi fiskal Indonesia saat ini masih cukup kuat untuk menopang kebijakan tersebut, termasuk dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

“Kondisi keuangan negara kita amat baik. Saya punya bantalan cukup banyak,” ujarnya.

Data Kementerian Keuangan mencatat bahwa hingga akhir Februari 2026, realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp 51,5 triliun atau sekitar 11,5 persen dari target APBN tahun berjalan. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Penyesuaian Harga BBM di Semua SPBU Mulai 16 Maret 2026, Berikut Rinciannya

Lonjakan belanja tersebut terutama dipicu oleh peningkatan kompensasi energi yang mencapai Rp 44,1 triliun, sementara subsidi energi tercatat sebesar Rp 7,4 triliun. Kenaikan ini mencerminkan besarnya tekanan pada sektor energi akibat berbagai faktor eksternal dan domestik.

Beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan belanja energi antara lain fluktuasi harga minyak mentah Indonesia, pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak, LPG, dan listrik. Selain itu, dinamika geopolitik global juga turut memberikan tekanan terhadap harga energi.

Pemerintah sebelumnya telah menghadapi kondisi serupa, termasuk saat krisis energi yang dipicu konflik Rusia dan Ukraina pada 2022. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan fiskal saat ini agar tetap adaptif terhadap perubahan kondisi global. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga