adplus-dvertising

Takluk dari Juara Bertahan, Harapan Anthony Ginting Hanya Mendali Perunggu

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Minggu, 01 Agustus 2021
689 dilihat
Takluk dari Juara Bertahan, Harapan Anthony Ginting Hanya Mendali Perunggu
Pebulutangkis Indonesia, Anthony Ginting. Foto: Repro AFP

" Perjuangan Anthony Ginting di Olimpiade Tokyo belum berakhir. Dia masih punya kesempatan meraih medali perunggu "

TOKYO, TELISIK.ID - Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke final badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Anthony Ginting terhenti setelah dijegal tunggal putra China, yang merupakan juara bertahan Olimpiade, Chen Long, di semifinal.

Dilansir Kompas.com, berlaga di Lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Minggu (1/8/2021), Ginting menyerah dua gim langsung dengan skor 16-21, 11-21 dalam tempo 56 menit. 


Kendati demikian, perjuangan Anthony Ginting di Olimpiade Tokyo belum berakhir. Dia masih punya kesempatan meraih medali perunggu.

Ginting akan menghadapi Kevin Cordon (Guatemala) pada perebutan tempat ketiga besok, Senin (2/8/2021).

Sama seperti Ginting, Kevin Cordon juga terhenti di semifinal. Dia kalah dari Viktor Axelsen (Denmark) 18-21, 11-21.

Sementara itu, Chen Long bakal menghadapi Axelsen pada final badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Dilansir Cnnindonesia, kedua pemain saling menyerang sejak awal gim pertama. Chen Long sempat meraih dua poin awal, tetapi Ginting bisa mengejar.

Beberapa kali smes silang dari Anthony Ginting masuk ke bidang permainan Chen Long, sehingga dia bisa menyeimbangkan kedudukan pada skor 4-4.

Selain smash menyilang, senjata Ginting yang ampuh untuk mematikan Chen Long adalah netting. Ginting memperagakan itu ketika dia mencari skor penyeimbang 5-5.

Sayangnya, Ginting setelah itu kurang sigap dalam mengatasi placing-placing yang dilakukan Chen Long. Akibatnya, dia tertinggal 5-8.

Anthony Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan Chen Long 5-11 pada interval gim pertama.

Selepas interval, Ginting masih belum bisa keluar dari tekanan Chen Long. Kombinasi pukulannya masih banyak yang belum akurat.

Saat bisa menipiskan ketertinggalan jadi empat angka, Ginting melancarkan pukulan drop shot menyilang yang keluar, sehingga jarak melebar lagi dan dia tertinggal 7-12 dari Chen Long.

Ginting masih kesulitan mencari celah di pertahanan Chen Long. Dia beberapa kali melancarkan smes, tapi bisa dikembalikan oleh tunggal putra China itu.

Ginting sempat mempersempit jarak ketertinggalannya menjadi tiga angka dalam kedudukan 14-17, tapi drop shot Chen Long membuat gap kembali menjadi empat angka 14-18.

Anthony Ginting akhirnya menyerah 16-21 di gim pertama. Smes silang Chen Long menghentikan perlawanan Ginting.

Baca Juga: Raih Prestasi di PON, Pembalap Sultra Bakal Dihadiahi Rp 50 Juta

Baca Juga: Rahmat Erwin Abdullah Raih Perunggu di Olimpiade Tokyo, Jokowi Ucapkan Selamat

Pada gim kedua, angka pertama menjadi milik Chen Long. Namun, Ginting segera membalasnya lewat smes menyilang.

Ginting sempat tertinggal 2-6 setelah itu, tetapi dia bisa menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Netting dan smes silang menjadi senjata Ginting.

Namun, setelah itu Ginting gagal mengatasi pukulan-pukulan kombinasi Chen Long. Akhirnya, dia menyerah 6-11 pada interval gim kedua.

Selepas jeda, Ginting yang tertinggal coba lebih menyerang. Smash tajamnya berhasil menipiskan keadaan menjadi 9-12.

Namun, jarak poin melebar kembali jadi 9-15 setelah Ginting tidak mampu mengembalikan serangan-serangan Chen Long.

Sisi kiri (backhand) Ginting jadi kelemahan dalam laga ini. Beberapa kali serangan lawan masuk di daerah tersebut, termasuk smes silang Chen Long yang membuat Ginting tertinggal jauh 10-18.

Anthony Ginting akhirnya menyerah 11-21 dari Chen Long pada gim kedua. Dengan demikian, Ginting gagal melaju ke final badminton Olimpiade Tokyo 2020. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga