adplus-dvertising

Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber

Kardin, telisik indonesia
Sabtu, 27 Februari 2021
1362 dilihat
Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber
Suasana diskusi terkait media siber. Foto: Ist.

" Teguh Santosa yang adalah CEO RMOL Network menjelaskan perkembangan awal media massa berbasis internet di Indonesia terjadi pada dekade 1990-an. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Budayawan dan pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bersama wartawan senior Teguh Santosa membedah sekaligus mengulas bagaimana masa depan media online.

Teguh Santosa yang adalah CEO RMOL Network menjelaskan perkembangan awal media massa berbasis internet di Indonesia terjadi pada dekade 1990-an.

Dia mengatakan, pada masa itu jumlah pengakses internet belum begitu banyak, baru pada kisaran 500 ribu orang yang kebanyakan mengakses internet dari perkantoran. Ketika itu media massa berbasis internet atau media online yang terkenal antara lain adalah Detik.com, Lippostar.com dan Astaga.com.


Namun karena market belum begitu besar, satu persatu media online yang ada tumbang. Hanya yang militan dan tidak menggunakan investasi besar, seperti Detik.com pada masa itu, yang dapat bertahan. Selain itu, Detik.com memiliki warna pemberitaan yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan media cetak mainstream pada masa itu.

"Saat itu hanya orang-orang yang bekerja di perkantoran yang bisa mengakses internet," kata Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ini dalam program Jaya Suprana Show bertajuk "Masa Depan Media Online", Jumat (26/2/2021).

Mantan Anggota Dewan Kehormatan PWI itu mengatakan, media massa berbasis internet masih akan terus berkembang di masa depan. Tanda-tanda ke arah cerah itu sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu.

Perkembangan ICT, katanya, tidak hanya digunakan untuk pemberitaan semata.

Kepada Teguh, Jaya Suprana bertanya mengenai titik tertinggi perkembangan media online.

"Anda tahu bahwa setiap pertumbuhan akan mencapai titik puncak, titik jenuh. Menurut Anda apakah media online masih jauh dari titik puncak, atau sudah di ambang titik puncak?," tanya Jaya Suprana.

Menjawab pertanyaan itu, Teguh mengatakan, dirinya tidak tahu dimana titik puncaknya. Tetapi dia yakin, titik puncak itu masih jauh.

Baca juga: Kapolri Terbitkan Telegram Perketat Pemberian Senjata Api ke Personel

"Saya yakin kita sedang menanjak menuju ke ketinggian, dan saya tidak tahu dimana puncaknya," ujar Teguh.

"Apakah tidak terhingga, invinitas?," tanya Jaya Suprana lagi.

"Mungkin sekali," jawab Teguh.

Teguh juga mengatakan, keunggulan dunia digital begitu terasa di era pandemi  COVID-19.

Bukan hanya untuk pemberitaan, platform digital juga digunakan di sektor pendidikan secara luas, juga di dalam forum-forum pengambilan keputusan para pemimpin dunia.

Tidak kalah penting, platform digital juga dimanfaatkan sebagai market place yang mempertemukan pelaku usaha baru dengan market.

Teguh mengutip data yang dirilis Hootsuite baru-baru ini yang menyebutkan bahwa setidaknya 202 juta warganegara Indonesia memiliki akses ke internet.

"Saya yakin masa depan media online akan cerah," ujarnya. (C)

Reporter: Kardin

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga