Tiga Dosen STIKes Pelita Ibu Raih Hibah Kemdikbudristek 2026, Angkat Isu Kesehatan dan Kearifan Lokal

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Selasa, 14 April 2026
0 dilihat
Tiga Dosen STIKes Pelita Ibu Raih Hibah Kemdikbudristek 2026, Angkat Isu Kesehatan dan Kearifan Lokal
3 Dosen STIKes Pelita Ibu Raih Hibah Kemdikbudristek 2026. Angkat isu kesehatan dan kearifan lokal. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" Tiga dosen STIKes Pelita Ibu berhasil meraih hibah pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) tahun 2026 melalui platform BIMA "

KENDARI, TELISIK.ID - Tiga dosen STIKes Pelita Ibu berhasil meraih hibah pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) tahun 2026 melalui platform BIMA, terdiri dari satu skema penelitian dan dua Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Pada skema penelitian, hibah diraih apt. Rahayu Aprianti, S.Farm., M.Farm melalui riset berjudul Formulasi dan Uji Aktivitas Anti Aging Sediaan Krim Kolagen Limbah Tulang Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis).

Penelitian ini mengangkat inovasi pemanfaatan limbah tulang ikan menjadi produk kosmetik berbasis bahan alam. Selain berpotensi sebagai anti-aging, riset ini juga mendukung konsep green pharmacy dan zero waste dalam pengembangan farmasi berkelanjutan.

Sementara itu, dua hibah PKM diraih oleh dosen lainnya dengan fokus pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dr. Ns. Fajar Kurniawan, S.Kep., M.Kes mengangkat program Transformasi Tradisi Merarangi melalui Kemitraan Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan dan Penurunan Risiko Anemia pada Ibu Nifas di Kabupaten Konawe Kepulauan.

Program ini menitikberatkan pada integrasi tradisi lokal dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu nifas melalui pendekatan komunitas.

Baca Juga: STIKes Pelita Ibu Kendari jadi Motor Kampus Bersinar, Teken Kerja Sama Anti Narkoba dengan BNN Sultra

Selanjutnya, apt. Muhammad Ramadhan Salam, M.Pharm.Sci mengusung program Optimalisasi Peran Kader Lansia dalam Pendampingan Kepatuhan Pengobatan Pasien Prolanis Berbasis Praktik Lokal di Pesisir Kendari.

Program tersebut berfokus pada pemberdayaan kader lansia untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien penyakit kronis melalui pendekatan sosial dan budaya setempat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Pelita Ibu, Dr. apt. Irman Idrus, S.Farm., M.Kes, mengapresiasi capaian tersebut.

“Capaian ini merupakan bukti nyata bahwa dosen STIKes Pelita Ibu mampu bersaing di tingkat nasional melalui penelitian dan pengabdian yang inovatif serta berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, LPPM terus mendorong budaya riset yang produktif, kolaboratif, dan berdampak nyata, khususnya dalam pengembangan farmasi bahan alam dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Apresiasi juga datang dari Ketua STIKes Pelita Ibu, Hj. Rosmawati. Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas akademik dan kontribusi institusi terhadap masyarakat.

“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kami dalam mendorong dosen untuk terus menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Audit Mutu Internal STIKes Pelita Ibu Kendari Catat Peningkatan Kinerja hingga 20 Persen

Menurutnya, STIKes Pelita Ibu akan terus memperkuat dukungan terhadap kegiatan riset dan pengabdian, termasuk mendorong kolaborasi yang lebih luas serta hilirisasi hasil penelitian.

“Harapannya, capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan, khususnya di daerah,” tambahnya.

Capaian tersebut sekaligus mempertegas peran STIKes Pelita Ibu sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan inovasi kesehatan dan pengabdian masyarakat berbasis riset serta kearifan lokal. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga