Bahaya NAPZA Intai Remaja Kolaka, PT Vale Dorong Pelajar Jauhi Lingkungan Negatif
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Senin, 25 Mei 2026
0 dilihat
PT Vale Indonesia IGP Pomalaa menggelar program sosial pencegahan dan penyalahgunaan Napza di SMPN 1 Pomalaa. Foto: Screenshoot Inside Pomalaa
" PT Vale Indonesia IGP Pomalaa menggelar program sosial lingkungan bertema pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di SMP Negeri 1 Pomalaa, Kabupaten Kolaka "

KOLAKA, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia IGP Pomalaa menggelar program sosial lingkungan bertema pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di SMP Negeri 1 Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya sejak usia dini.
Program tersebut menghadirkan edukasi langsung kepada siswa mengenai dampak penyalahgunaan NAPZA, termasuk ancaman kecanduan hingga risiko kesehatan lainnya. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait pencegahan dan penanganan HIV.
Senior Coordinator Safety & Emergency Response PT Vale Indonesia IGP Pomalaa mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari promosi kesehatan yang menyasar kalangan pelajar.
Baca Juga: Viral Pasien Asal Wakatobi Dirujuk dengan Perahu Bodi Batang ke Baubau, Keluarga Sebut Kondisi Darurat
“Kegiatan hari ini yang kita lakukan adalah promosi kesehatan dengan tema pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan juga terkait pencegahan atau penanganan HIV yang kita mulai dari usia sekolah,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Sementara itu, Penanggung Jawab Medis PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, dr. Fathurrahman, menjelaskan bahwa rasa penasaran dan lingkungan pergaulan menjadi faktor utama yang mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan zat adiktif.
“Yang paling pertama itu karena coba-coba. Zat adiktif menyerang sistem di otak, seperti sabu-sabu, ganja, hingga zat adiktif lain seperti lem dan tiner yang sering digunakan oleh orang yang kecanduan,” katanya.
Ia mengungkapkan, penyalahgunaan NAPZA di wilayah Pomalaa dan sekitarnya masih menjadi persoalan serius.
“Kalau ditanya apakah di Pomalaa dan sekitar Kolaka penggunanya banyak, sangat banyak. Awalnya mungkin ingin senang atau menenangkan pikiran, tetapi rasa coba-coba itu bisa membuat orang ketagihan dan terus mencari sensasi yang sama,” jelasnya.
Baca Juga: Sukseskan Program Presiden, Putri Bupati Muna Buka Layanan Cek Kesehatan Gratis di Rujab
Menurutnya, ajakan dari lingkungan negatif juga menjadi faktor yang memperbesar risiko kecanduan, terutama di kalangan remaja.
Kepala SMP Negeri 1 Pomalaa, Nurmadi, menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Ia berharap para siswa dapat memahami bahaya narkoba dan menjauhi zat berbahaya demi masa depan mereka.
“Anak-anak kami bisa teredukasi dengan bahaya narkoba. Kami juga prihatin karena mendengar Pomalaa sudah bukan lagi zona merah, tetapi disebut zona hitam. Harapan kami anak-anak jangan sampai menjadi generasi yang hilang atau lost generation,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berprestasi tanpa penyalahgunaan NAPZA. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS