Logo Telisik.id

Timbulkan Dampak Lingkungan, Kades Kecam Aktivitas Penambangan PT Toshida

340 dibaca Timbulkan Dampak Lingkungan, Kades Kecam Aktivitas Penambangan PT Toshida

Kades Pewisoa Jaya, Sammeng. Foto: Muh. Sabil/Telisik

" Kami sudah turun lapangan melihat kerusakan lingkungan. Makanya saya bersama masyarakat dan beberapa tokoh masyarakat menolak keras."

KOLAKA, TELISIK.ID - Keberadaan PT Toshida Indonesia yang beroperasi di Desa Pewisoa Jaya, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, menuai kecaman dan protes keras dari masyarakat serta aparat desa setempat.

Hal tersebut dikarenakan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat adanya aktivitas penambangan PT Toshida di daerah tersebut.

Salah satu yang menyoroti keberadaan perusahaan tambang tersebut adalah Kepala Desa Pewisoa Jaya, Sammeng.

"Saya selaku Kepala Desa Pewisoa Jaya menolak keras PT Toshida melakukan aktivitas penambangan di desa kami", tegasnya.

Sammeng mengaku telah melakukan peninjauan lapangan bersama tokoh masyarakat setempat dan menemukan beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang timbul akibat aktivitas perusahaan tersebut.

"Kami sudah turun lapangan melihat kerusakan lingkungan. Makanya saya bersama masyarakat dan beberapa tokoh masyarakat menolak keras," tambahnya.

Pihak PT Toshida belum sekalipun memberikan keterangan dan berkoordinasi dengan aparat desa serta masyarakat Desa Pewisoa Jaya mengenai masalah ini.

Sebelumnya, Kades Pewisoa Jaya telah melayangkan laporan kepada Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara pada awal bulan Maret 2021, meminta agar pihak ESDM Sultra menghentikan aktivitas penambangan PT Toshida Indonesia di Desa Pewisoa Jaya.

Selain itu, kecaman keras juga datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Wahana Rakyat Indonesia (LSM WRI) Kabupaten Kolaka.

Baca Juga: Mulai Berlayar 12 April, Cek Harga Tiket KM Tilongkabila dari Kendari

Ketua DPP LSM WRI Kabupaten Kolaka, Amir Kaharuddin kepada Telisik.id Kamis (8/4/2021) mengatakan, aktivitas PT Toshida Indonesia di wilayah Desa Pewisoa Jaya, Kecamatan Tanggetada, memang sudah terlihat dan terasa dampaknya terhadap lingkungan dan warga.

Ia menyebutkan beberapa contoh kasus kerusakan lingkungan misalnya, kawasan hutan yang awalnya masih utuh sekarang telah gundul. Saat kemarau menimbulkan debu dan ketika hujan, kondisi lahan dan jalanan berlumpur. Dikhawatirkan ke depan akan menimbulkan banjir dan erosi di pemukiman warga.

LSM WRI mengancam akan menurunkan massa dalam jumlah besar jika PT Toshida Indonesia tidak segera menghentikan aktivitas penambangan di Desa Pewisoa Jaya. (B)

Reporter: Muh. Sabil

Editor: Haerani Hambali

Post Tags:

Copyright © 2019 telisik.id . All rights reserved.

Main Menu

Beranda

Rubrik

News
Metro
Kasus
Peristiwa
Sosok
Cerita
Sehat
Foto
Video