Tradisi Unik Peringatan Nuzulul Quran di Nusantara
Merdiyanto , telisik indonesia
Senin, 09 Maret 2026
0 dilihat
Umat Islam memperingati malam Nuzulul Quran setiap memasuki 17 Ramadan. Foto: Repro Uipublishing
" peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan tetap menjadi momen sakral yang dirayakan dengan penuh makna di seluruh Indonesia "

KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan tetap menjadi momen sakral yang dirayakan dengan penuh makna di seluruh Indonesia.
Peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Quran di Gua Hira ini tidak hanya diisi tadarus, khataman, dan pengajian, tetapi juga diwarnai tradisi-tradisi lokal yang kental akan nilai kebersamaan, syukur, dan gotong royong.
Berbagai daerah di Indonesia memiliki cara unik menyambut malam bersejarah ini. Berikut beberapa tradisi khas yang masih lestari dan sering digelar hingga kini, termasuk di tahun-tahun terbaru:
1. Seribu Tumpeng di Solo, Jawa Tengah
Di Keraton Kasunanan Surakarta, tradisi Maleman Sriwedari atau Seribu Tumpeng menjadi sorotan utama. Biasanya digelar pada malam ke-21 Ramadan, ribuan nasi tumpeng lengkap dengan lauk diarak dari keraton menuju Joglo Sriwedari.
Setelah didoakan, tumpeng dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol berbagi rezeki dan rasa syukur atas turunnya Al-Quran. Tradisi ini sudah berlangsung sejak era Paku Buwono X dan tetap meriah setiap tahun.
Baca Juga: Nuzulul Quran Momentum Perkuat Hubungan dengan Al-Quran
2. Kuah Beulangong di Aceh
Di Serambi Mekkah, warga bergotong royong memasak Kuah Beulangong — masakan kari daging sapi atau kambing dicampur nangka muda, rempah khas Aceh, serta bahan pelengkap seperti labu dan pisang kepok — dalam kuali besar (beulangong) di halaman masjid atau gampong, dilansir dari idntimes.com, Senin (9/3/2026).
Hidangan ini disantap bersama setelah khataman Al-Quran, sering pada 17–19 Ramadan. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan ungkapan syukur, dengan porsi besar yang dibagikan ke seluruh warga dan tamu.
3. Maleman di Jawa Timur dan Lombok
Tradisi Maleman atau Malam-malam populer di Jawa Timur, Lombok (NTB), dan beberapa wilayah lain.
Dilakukan pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan termasuk sekitar Nuzulul Quran, masyarakat menyalakan lampu minyak tradisional seperti dilah jojor di Lombok dari buah jamplung di rumah, makam keluarga, atau sepanjang kampung.
Suasana menjadi terang benderang, diiringi salawat, pengajian, tadarus, dan berbagi makanan antar tetangga sebagai wujud silaturahmi dan menyambut cahaya Al-Quran.
Baca Juga: Malam Ini Nuzulul Quran, Baca Doa dan Lakukan Amalan Ini
4. Pawai Obor dan Takbir Keliling di Banten dan Jawa
Melansir dari rri.co.id, Senin (9/3/2026), masyarakat melakukan pawai obor sambil bertakbir keliling kampung, menciptakan suasana meriah penuh doa. Di Banten, ini digabung dengan doa bersama untuk menyambut berkah wahyu.
Selain itu, di banyak daerah seperti Yogyakarta, dan Jawa Timur, peringatan dilengkapi pengajian akbar, tahlilan, pawai obor, santunan yatim, serta iktikaf di masjid.
Semua kegiatan ini menekankan refleksi spiritual, kepedulian sosial, dan kecintaan pada Al-Quran.
Tradisi-tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan warisan budaya yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah keragaman Nusantara. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS