Total Korban Peserta SPPI Koperasi Nelayan Merah Putih Wafat Latihan Militer jadi 3 Orang, Begini Reaksi Istana

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 25 Juni 2026
0 dilihat
Total Korban Peserta SPPI Koperasi Nelayan Merah Putih Wafat Latihan Militer jadi 3 Orang, Begini Reaksi Istana
Total peserta SPPI yang meninggal saat latsarmil bertambah tiga orang, Istana tetap lanjutkan program. Foto: Instagram@lanud halim_perdanakusuma

" Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) kembali bertambah menjadi tiga orang "

JAKARTA, TELISIK.ID - Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) kembali bertambah menjadi tiga orang.

Pemerintah memastikan program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih tetap berjalan meski mendapat sorotan terkait pelaksanaan pelatihan.

Peserta terbaru yang dilaporkan meninggal dunia adalah Novia Rahmadhani Sihotang, yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Satdik Pusbahasa Kodiklatau) Jakarta.

Kementerian Pertahanan membenarkan adanya laporan tersebut. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan duka cita atas peristiwa itu.

“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah,” kata Rico, seperti dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2026).

Rico menjelaskan, peserta tersebut sempat mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan pada Senin (22/6/2026). Kondisi kemudian memburuk hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Meski telah dilakukan perawatan, kondisi kesehatan Novia tidak membaik hingga dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” ujar Rico.

Sebelumnya, dua peserta SPPI lainnya juga meninggal dunia saat mengikuti program latihan dasar kemiliteran yang menjadi bagian dari pembekalan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Baca Juga: Aturan Denda Rp 100 Juta Calon Manajer Kopdes Merah Putih yang Mundur Resmi Dicabut, Ini Alasannya

Kedua peserta tersebut masing-masing adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Menurut keterangan Kemhan, Anisa meninggal dunia akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi fisik ketika mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja.

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat ‘cardiac arrest’ atau henti jantung,” kata Rico.

Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa seluruh peserta SPPI telah melalui proses seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan. Peserta yang dinyatakan lolos disebut telah memenuhi syarat fisik untuk mengikuti latsarmil.

Selain itu, Kemhan juga menyebut bahwa penanganan medis telah diberikan kepada peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama proses pelatihan berlangsung sesuai prosedur yang berlaku.

Meski demikian, pemerintah memastikan evaluasi tetap dilakukan terhadap pelaksanaan program tersebut, khususnya terkait pengawasan kesehatan peserta di lapangan.

“Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” jelas Rico.

Sementara itu, Istana Kepresidenan menegaskan bahwa Program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih tetap akan dilanjutkan meski terjadi insiden dalam pelatihan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi dan evaluasi atas peristiwa tersebut.

“Ya apa mitigasinya, tentu berbeda antara program Koperasi Merah Putih-nya, kemudian penyediaan sumber daya untuk mengelola itu,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sebagaimana dikutip dari Detik.

Baca Juga: Pegawai Kopdes Merah Putih Digaji APBN hanya 2 Tahun, Begini Penjelasannya

Ia menegaskan penanganan insiden akan dilakukan secara terpisah dari keberlanjutan program.

“Dan tentu hal terkait dengan peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu, ya, akan ditangani sebaik-baiknya dan tentu dipisahkan dari kegiatan atau kelanjutan dari program ini,” ujarnya.

Juri menambahkan bahwa program Koperasi Merah Putih tetap menjadi agenda pemerintah dan akan terus dijalankan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

“Jadi program Koperasi Merah Putih tentu tetap berlanjut. Sukses semuanya,” ucapnya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga