Pegawai Kopdes Merah Putih Digaji APBN hanya 2 Tahun, Begini Penjelasannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 11 Mei 2026
0 dilihat
Pemerintah menyiapkan dukungan APBN membiayai gaji pegawai Koperasi Desa Merah Putih selama dua tahun pertama. Foto: Repro Kantor Komunikasi Kepresidenan
" Pemerintah mulai menyiapkan dukungan anggaran bagi operasional awal Koperasi Desa Merah Putih "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah mulai menyiapkan dukungan anggaran bagi operasional awal Koperasi Desa Merah Putih, termasuk pembiayaan gaji pegawai dan manajer selama dua tahun pertama berjalan.
Pemerintah akan menanggung gaji pegawai maupun manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) selama dua tahun pertama operasional program tersebut. Setelah itu, pembiayaan gaji akan berasal dari dana operasional koperasi desa masing-masing.
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan dukungan APBN diberikan sebagai langkah awal agar koperasi dapat berjalan sebelum mampu membiayai operasional secara mandiri.
“Planningnya pemerintah itu dalam 2 tahun pertama akan didukung dari APBN. Setelah 2 tahun, dia akan menggunakan dana operasionalnya dari KDMP,” ujar Askolani di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan anggaran untuk proses seleksi pegawai dan manajer Kopdes berasal dari kementerian maupun lembaga terkait. Proses rekrutmen awal dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), sedangkan pelaksanaan tes CAT melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Baca Juga: Tes CAT Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih Bermasalah, Begini Penjelasan Kemenkop
Kementerian PANRB juga disebut ikut menangani proses administrasi seleksi calon pegawai dan manajer KDMP di berbagai daerah.
“Satu mungkin rekrutmen awal dari Agrinas untuk penerimaan, untuk tes CAT-nya itu BKN. Mungkin kementerian PANRB juga ada proses administrasi jadi masing-masing. Tapi setelah dia diterima, maka tadi pendanaan insya Allah didukung APBN, supaya bisa dia jalan,” paparnya.
Menurut Askolani, keterlibatan APBN dalam pembiayaan gaji pegawai KDMP hanya bersifat sementara untuk menopang operasional awal koperasi. Pemerintah berharap koperasi tersebut dapat berkembang dan memperoleh keuntungan dalam dua tahun pertama.
“Mudah-mudahan dia sudah mulai eksis, dia mulai untung. Jadi, bridging awal yang akan didukung dari APBN untuk 2 tahun pertama. Sesuai dengan upaya Agrinas Pangan Nusantara untuk bisa menghidupkan KDMP tuh betul-betul bisa jalan dalam 2 tahun pertama,” ucapnya.
Baca Juga: Rekrutmen Pegawai Kopdes Merah Putih 2026 Pakai Sistem Tes CAT CPNS, Begini Penjelasannya
Terkait kebutuhan anggaran program tersebut, Askolani menyebut pembahasannya masih berlangsung di internal Kementerian Keuangan. Pemerintah masih menghitung skema pembiayaan yang akan dimasukkan dalam APBN untuk mendukung program KDMP.
“Dan itu kemudian akan bisa survive dan bisa mendanai pegawai yang diterima pada tahun ini. Nanti detail dari APBNnya lagi didiskusikan di internal Kemenkeu,” tegasnya.
Sebagai informasi, hingga Minggu, 19 April 2026, jumlah pendaftar manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih mencapai 284.393 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 220.364 pendaftar berasal dari KDMP, sedangkan 64.029 lainnya berasal dari Kampung Nelayan Merah Putih. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS