UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra Buka Peluang Kerja Sama Lintas Sektor

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 08 Januari 2026
0 dilihat
UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra Buka Peluang Kerja Sama Lintas Sektor
Kepala UPTD Museum dan Tanam Budaya Sultra, Laudin. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat transformasi pengelolaan museum dan taman budaya agar semakin berorientasi pada publik "

KENDARI, TELISIK.ID – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat transformasi pengelolaan museum dan taman budaya agar semakin berorientasi pada publik.

Sepanjang 2025 museum tidak lagi diposisikan semata sebagai ruang koleksi, tetapi sebagai ruang hidup yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Arah tersebut diwujudkan melalui peningkatan program seni dan budaya, penguatan fungsi edukasi dan rekreasi, serta pelibatan komunitas dan generasi muda dalam berbagai kegiatan.

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra, Laudin, mengatakan museum dan taman budaya saat ini dituntut menjadi ruang publik yang inklusif dan dekat dengan masyarakat.

“Museum tidak lagi hanya soal koleksi, tetapi bagaimana publik terlibat dan merasa memiliki,” ujarnya kepada telisik.id, Selasa (23/12/2025) pekan lalu.

Baca Juga: LPPM UHO Kendari Dorong Hilirisasi dan Inovasi Perkuat Arah Riset Berdampak

Sepanjang 2025, UPTD menjalankan dua agenda utama, yakni musim museum dan musim budaya, yang menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, pelajar, serta pegiat budaya.

Salah satu capaian strategis adalah terpilihnya dua Finalis Duta Museum 2025, laki-laki dan perempuan, yang mulai aktif pada 2026 untuk mendukung promosi, publikasi, dan edukasi museum kepada masyarakat luas.

Di Taman Budaya, UPTD menggelar pementasan seni yang melibatkan sekitar 30 kelompok seni dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Pertunjukan menampilkan beragam ekspresi budaya, mulai dari musik bambu, tari tradisional dan modern, hingga teater, dengan melibatkan sanggar seni, komunitas budaya, dan pelajar.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama pada pementasan yang digelar pada malam hari. Menurut Laudin, hal ini menjadi indikator kuat bahwa ruang seni dan budaya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas publik.

Dari sisi kunjungan, 2025 menjadi momentum positif bagi museum. Jika sebelumnya didominasi pelajar, kini kunjungan masyarakat umum meningkat signifikan.

Museum juga mulai menerima kunjungan wisatawan mancanegara, yang menunjukkan meningkatnya daya tarik museum sebagai destinasi edukasi dan budaya.

“Ini menunjukkan museum mulai dikenal luas dan tidak lagi dianggap ruang eksklusif,” kata Laudin.

Partisipasi daerah dalam pementasan seni di Taman Budaya juga semakin luas, dengan hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara mengirimkan perwakilan.

Hal ini menandakan tumbuhnya rasa memiliki terhadap Taman Budaya sebagai ruang bersama.

Selain program seni, UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra juga melakukan pendataan motif-motif daerah, khususnya pakaian adat, sebagai bagian dari upaya pelestarian dan penguatan identitas budaya.

Untuk mendukung hal tersebut, UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra menginisiasi forum diskusi dan seminar bersama akademisi serta tenaga ahli budaya.

Baca Juga: Informa Electronics Bagikan Tips Memilih TV dan Speaker di Awal 2026

Dalam menjaga relevansi di era modern, UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra terus melakukan perawatan koleksi sekaligus pembaruan informasi melalui pendekatan edukatif dan pemanfaatan teknologi digital.

Upaya itu dilakukan supaya pengunjung tidak hanya melihat benda, tetapi memahami nilai dan makna sejarah di baliknya.

UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra membuka ruang kerja sama lintas sektor dengan perguruan tinggi, komunitas seni, pelaku pariwisata, dan mitra strategis lainnya, guna memperkuat fungsi museum dan taman budaya sebagai pusat edukasi, kreativitas, dan pariwisata budaya.

Memasuki 2026, sejumlah program unggulan telah disiapkan, termasuk pembaruan ruang pamer tetap museum serta penguatan posisi museum dan taman budaya sebagai bagian dari ekosistem pariwisata budaya Sulawesi Tenggara.

“Harapan kami, museum dan taman budaya menjadi ruang belajar yang nyaman dan menarik, sehingga masyarakat betah dan ingin berkunjung,” tutup Laudin. (C-Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga