2023, KLHK Beri Penghargaan Kepala Daerah yang Support Sekolah Raih Adiwiyata

Fitrah Nugraha

Reporter

Senin, 22 Agustus 2022  /  3:46 pm

Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta. Foto: Repro Times Indonesia

KENDARI, TELISIK.ID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah merancang program untuk meningkatkan kualitas sekolah dalam meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata.

Dimana KLHK akan memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang memberikan dukungan nyata terhadap sekolah untuk meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata pada 2023 mendatang.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Sulawesi Tenggara (Sultra), Untung Ratu, ST., M.Si menyampaikan, penghargaan kepada kepala daerah memang layak diberikan, sebab suksesnya sekolah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tidak terlepas dari adanya dukungan pemerintah setempat.

Olehnya itu, kepala daerah baik bupati, wali kota maupun gubernur diharapkan bisa lebih mengoptimalkan lagi dukungannya terhadap menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekolah.

“Jadi informasi program 2023 ini saya dapatkan ketika ke Jakarta, Mei lalu. Bahwa pihak KLHK sedang menggodok program yang mendukung Sekolah Adiwiyata ini (yakni penghargaan kepada kepala daerah),” katanya kepada Telisik.id, belum lama ini.

DLH Sultra melakukan pembinaan Sekolah Adiwiyata. Foto: Ist.

 

Untung Ratu mengungkapkan, pemerintah daerah sudah seharusnya menjadikan sekolah sebagai prioritas untuk membangun generasi yang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Mengingat sekolah adalah wadah untuk mencetak generasi masa depan.

Baca Juga: Gelar Adipura 2022, DLH Sultra Harap Jaga Lingkungan Bisa Jadi Budaya Daerah

“Kalau kita mau menciptakan masa depan yang lebih cerah, maka pilihannya adalah mendidik anak-anak saat ini dengan lebih serius membina mereka. Termasuk membina mereka agar peduli lingkungan,” ujarnya.

Apalagi kata dia, untuk membangun pola pikir yang peduli terhadap lingkungan ini tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Namun membutuhkan waktu yang cukup panjang.

DLH Sultra melakukan pembinaan Sekolah Adiwiyata. Foto: Ist.

 

“Jadi mengukur dampak dari lingkungan itu tidak bisa dilihat dari 1 atau 2 tahun, tapi dibutuhkan berpuluh-puluh tahun baru kelihatan hasilnya. Makanya kita membangun di bidang lingkungan ini paling cepat bisa dirasakan 5 tahun ke depan,” pungkasnya.

Senada, Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup DLH Sulawesi Tenggara, Yuliana Ulfah berharap dengan mengikuti pembinaan Adiwiyata ini pihak sekolah mampu mempengaruhi kehidupan anak didik untuk peduli terhadap lingkungan.

“Output dari Adiwiyata itu adalah menjadikan anak didik berperilaku bersih, ramah dan menjaga lingkungan sekitar,” katanya.

Untuk saat ini, sudah ratusan lebih sekolah yang telah dibina DLH untuk program Adiwiyata ini, mulai dari sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga sekola setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

DLH Sultra melakukan pembinaan Sekolah Adiwiyata. Foto: Ist.

 

“Hanya saja, tidak semua sekolah yang telah terbina bisa mendapatkan penghargaan Adiwiyata. Semua tergantu pada pihak sekolah itu sendiri,” katanya.

Baca Juga: Giona Nur Alam Ajak Generasi Muda Kenal Budaya, Tak Boleh Terlena Zaman Digital

Sementara itu, Kepala DLH Sulawesi Tenggara, Ansar juga berharap agar masyarakat bisa menumbuhkan kesadarannya terkait menjaga kebersihan lingkungan.

Kata dia, kesadaran itu bisa dibangun ketika masyarakat memiliki pengetahuan tentang kepedulian lingkungan dan kesadaran tentang pengelolaan limbah. Apalagi yang merasakan kerugian dari rusaknya lingkungan adalah masyarakat itu sendiri.

"Tindakan peduli terhadap lingkungan dapat kita lakukan dengan berbagai hal. Salah satunya adalah dengan mengelola sampah yang baik dan bijak," pungkasnya. (A-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Kardin