Sosok El Mencho, Bos Kartel Narkoba Tewas Bikin Meksiko jadi Zona Perang
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 25 Februari 2026
0 dilihat
Mencho dikenal sebagai pemimpin kartel bersenjata yang membangun jaringan narkoba lintas wilayah Meksiko. Foto: Repro AP Photo
" Sejumlah jalan utama dilaporkan diblokade kendaraan terbakar "

MEKSIKO CITY, TELISIK.ID - Kematian gembong narkoba Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal luas dengan julukan El Mencho, mengubah situasi keamanan di sejumlah wilayah menjadi tegang.
Operasi militer yang berujung baku tembak di Tapalpa, negara bagian Jalisco, diikuti rangkaian aksi balasan dari kelompok bersenjata yang diduga bagian dari jaringan kartelnya. Sejumlah jalan utama dilaporkan diblokade kendaraan terbakar, sementara aktivitas warga dibatasi.
Peristiwa itu terjadi di Tapalpa ketika tentara melakukan pengejaran terhadap konvoi bersenjata. Oseguera dilaporkan terluka dalam kontak tembak sebelum akhirnya meninggal saat dievakuasi menuju Mexico City.
Informasi tersebut disampaikan aparat keamanan setempat beberapa jam setelah operasi berakhir. Pemerintah menyebut evakuasi dilakukan melalui udara karena kondisi di darat tidak memungkinkan.
Oseguera selama ini dikenal sebagai pendiri dan pemimpin Cartel Jalisco New Generation. Kelompok itu berkembang pesat dalam satu dekade terakhir dan memperluas jaringan ke berbagai negara bagian.
Baca Juga: Sosok Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama di New York Dilabeli Trump Benci Yahudi
Aparat keamanan menilai organisasi tersebut memiliki struktur militer, persenjataan berat, serta jaringan distribusi narkotika lintas negara. CJNG juga disebut terlibat dalam perdagangan fentanyl, pemerasan, dan kejahatan terorganisasi lainnya.
Melansir dari Detik, Rabu (25/2/2026), dalam catatan penegak hukum, Oseguera kerap disejajarkan dengan tokoh lama dunia kartel seperti Joaquin El Chapo Guzman dan Ismael El Mayo Zambada.
Keduanya kini berada dalam tahanan. Setelah dua nama itu tersingkir dari peredaran, CJNG dinilai mengambil ruang pengaruh yang lebih besar di jalur perdagangan narkotika. Pergeseran kekuatan tersebut memicu persaingan bersenjata di sejumlah wilayah strategis.
Riwayat hidup Oseguera dimulai dari Aguililla, Michoacan. Saat muda ia merantau ke Amerika Serikat, namun sempat ditangkap atas kasus heroin dan dideportasi.
Sekembalinya ke Meksiko, ia bergabung dengan kelompok kriminal lokal sebelum membangun jaringan sendiri. Dalam fase awal, ia sempat berkonflik dengan Los Zetas, kelompok bersenjata yang dikenal memiliki latar belakang militer.
Serangan yang dikaitkan dengan CJNG tercatat berulang kali menargetkan aparat. Pada 2020, konvoi Kepala Kepolisian ibu kota, Omar Garcia Harfuch, diserang di jalan raya.
Baca Juga: Sosok Selebgram Safa Marwah, Disebut Punya Kedekatan dengan Ridwan Kamil
Tiga orang tewas dalam insiden itu, sementara Harfuch terluka. Peristiwa tersebut disebut sebagai salah satu serangan paling berani terhadap pejabat keamanan tingkat tinggi.
Kematian Oseguera berdampak cepat. Blokade muncul di lebih dari dua puluh titik, kendaraan dibakar, sebagian penerbangan dibatalkan. Pemerintah federal melalui Presiden Claudia Sheinbaum meminta warga tetap berada di rumah dan mengikuti arahan otoritas. Koordinasi dengan pemerintah negara bagian dilakukan untuk memulihkan akses transportasi dan mencegah bentrokan lanjutan.
Hingga malam hari, patroli militer masih terlihat di sejumlah kota. Aktivitas sekolah dan perkantoran ditunda sementara. Otoritas menyatakan fokus utama adalah memastikan keamanan publik serta mencegah perebutan kekuasaan di dalam jaringan kartel pasca-kematian pemimpinnya. Situasi di beberapa titik dilaporkan berangsur terkendali, meski penjagaan tetap diperketat. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS