Atasi Puluhan Kasus Stunting, Konawe Selatan Programkan Gerakan Bapak Asuh

Ashar Hamka

reporter

Rabu, 26 Oktober 2022  /  4:14 pm

Stunting gangguan pertumbuhan yang mayoritas disebabkan oleh masalah nutrisi. Peran orang tua sangat penting untuk mencegah masalah tersebut. Foto: Ashar Hamka/Telisik

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Upaya untuk mengurangi bahkan menghilangkan angka terjadinya stunting di Konawe Selatan, terus diupayakan pemerintah kabupaten.

Wakil Bupati Konawe Selatan, Rasyid mengungkapkan, berdasarkan hasil audit kasus stunting, di wilayah Kecamatan Mowila, telah ditemukan sekitar 32 kasus stunting.

Dalam rapat koordinasi bersama unsur terkait penanganan dan pencegahan stunting, dicetuskan program Gerakan Bapak Asuh. Langkah awal ini dilakukan sebagai salah satu dari sejumlah rencana tindak lanjut program stunting di Konawe Selatan Tahun 2022.

Baca Juga: Banyak Mafia Tanah, Plt Bupati Kolaka Timur Gelar Pertemuan

“Gerakan Bapak Asuh tersebut, tak hanya bupati dan wakil bupati, tetapi setiap unsur pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) atau atas nama perorangan diminta untuk menjadi Bapak/Ibu Asuh. Jadi semua dapat berlomba-lomba untuk masuk surga,“ ucap Rasyid, Rabu (26/10/2022)

Mantan anggota DPRD Sulawesi Tenggara ini menyebutkan, khusus di Kecamatan Mowila yang terdeteksi 32 kasus stunting, pihaknya, mengupayakan memberikan bantuan berupa beras sebanyak 15 Kg, Telur 1 krak, ayam tiga ekor dan bibit sayuran. Juga bisa menyisihkan sedikit rezekinya untuk bersama-sama mengurangi beban keluarga terdampak dengan diuangkan.

“Insya Allah, Jumat, 4 November 2022, mendatang, bertempat di halaman kantor Camat Mowila, secara simbolis kita memberikan bantuan,“ ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang anggota satuan tugas stunting Konawe Selatan, Ilman Aidin mengungkapkan, audit kasus stunting (AKS) yang menemukan 32 kasus merupakan kegiatan AKS tahap pertama. Di mana untuk AKS tahan kedua bakal dilakukan di November mendatang. Sasaran daerah AKS dengan melihat angka prevelansinya yang tinggi.

Baca Juga: Biaya Pembenahan Abrasi Pantai Pakue Kolaka Utara Capai Rp 3,5 Miliar

Stunting menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Anak-anak didefinisikan terhambat gizinya jika tinggi badan mereka terhadap usia lebih dari dua deviasi standar di bawah median standar pertumbuhan anak WHO.

Stunting atau perawakan pendek adalah gangguan pertumbuhan yang mayoritas disebabkan oleh masalah nutrisi. Peran orang tua sangat penting untuk mencegah masalah tersebut. (B)

Penulis: Ashar Hamka

Editor: Kardin