Bakal Dibawa ke Pengadilan Internasional, Ini Deretan Pelanggaran Berat Israel di Palestina

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Minggu, 12 November 2023  /  2:14 pm

Seorang wanita dibantu turun dari sebuah bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, 11 November 2023. Foto: Repro Aljazeera.com

GAZA, TELISIK.ID - Kekejian zionis Israel membuat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab, Sabtu (11/11/2023), mendesak Israel mengakhiri penyerangannya terhadap Palestina di Jalur Gaza.

Pertemuan gabungan dua lembaga internasional yang digelar di Riyadh, Arab Saudi itu, juga menolak pembenaran Israel bahwa serangan terhadap warga sipil Palestina sebagai bentuk pembelaan diri.

Pertemuan tersehut juga mendesak Pengadilan Kriminal Internasional (ICJ) menyelidiki kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel di Palestina.

Pertemuan gabungan ini merupakan inisiatif Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) untuk mempertegas pesan agar Israel dan Amerika Serikat (AS) segera mengakhiri permusuhan di Gaza seperti dilansir Inews.id.

Sementara itu, negara lain seperti Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan keiginan besarnya untuk menyeret Israel ke International Criminal Court (ICC) atau pengadilan kriminal internasional yang salah satunya menangani kejahatan perang.

Baca Juga: Tembus 11.000 Orang dan Minim Fasilitas, Jenazah di Palestina Diangkut Ekskavator

Hal senada juga bakal dilakukan oleh Presiden Aljazair, Abdelmadjid Tebboune pun menyerukan ICC agar meminta pertanggungjawaban Israel atas sejumlah kejahatan yang dilakukan terhadap warga Palestina di Gaza. Tebboune waswas karena banyak negara di dunia menuntut keadilan dan hak-hak orang-orang yang tertindas, khususnya masyarakat Palestina.

ICC yang berkantor di Den Haag, Belanda, merupakan sebuah pengadilan kriminal tingkat Internasional yang bertugas menyelidiki maupun mengadili individu yang dituduh melakukan kejahatan paling serius yang menjadi perhatian komunitas internasional, termasuk genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan agresi.

Berikut kejahatan berat yang dilakukan Israel pada Palestina dikutip dari berbagai sumber di antaranya:

1. Lebih dari 50 persen perumahan di Gaza rusak

Dilansir dari Cnbcindonesia.com, pemboman Israel telah menyebabkan kerusakan pada lebih dari 50 persen unit perumahan di Gaza. Dalam sebuah pernyataan, kantor media pemerintah Gaza mengatakan, sekitar 40.000 unit rumah di daerah kantong yang terkepung itu dihancurkan sepenuhnya oleh tentara Israel.

Dikatakan juga, sekitar 32.000 ton (29.000 ton) bahan peledak telah dijatuhkan di Gaza sejak dimulainya perang. Perkiraan kerugian awal di sektor perumahan dan infrastruktur masing-masing diperkirakan mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp 31,3 triliun.

2. Puluhan rumah sakit tak beroperasi

Tempat yang harusnya jauh dari peperangan malah ikut terseret kebrutalan militer Israel. Menurut data Kementerian Kesehatan di Gaza, Korban tewas mencakup sedikitnya 4.506 anak-anak. Sementara itu, jumlah rumah sakit yang tidak berfungsi sejak awal serangan Israel di Gaza telah mencapai 21.

Jumlah itu merupakan informasi terbaru dari juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudra. Sebelumnya, Palestina menyebut 18 rumah sakit telah berhenti beroperasi.

Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila sebelumnya mengatakan, 18 rumah sakit di Gaza telah menghentikan operasinya sejak dimulainya serangan militer Israel pada awal Oktober.

"Israel mengabaikan komunitas internasional, dan terus melakukan kejahatan terhadap rumah sakit, pusat kesehatan dan tempat penampungan di seluruh Jalur Gaza," kata al-Kaila dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Detik.com.

3. Warga Gazs terancam kena penyakit

Dilansir dari Katadata.co.id, pemboman intensif Israel dari udara, laut, dan darat terus berlanjut di seluruh wilayah Jalur Gaza, sementara kelompok bersenjata Palestina terus meluncurkan proyektil ke arah Israel.

Sementara itu, warga Palestina yang masih hidup di Jalur Gaza harus bertahan dalam kondisi mengenaskan, dengan pasokan kebutuhan dasar yang minim, serta terancam penyakit menular. Sejak pertengahan Oktober ada lebih dari 33.500 laporan kasus diare, lebih dari separuhnya terjadi pada balita.

"Pada tanggal 8 November WHO memperingatkan ada risiko penyebaran penyakit menular dan infeksi bakteri secara meluas (di Jalur Gaza) akibat kekurangan air bersih dan konsumsi air kotor," kata OCHA.

4. Perekonomian Palestina hancur

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Program Pembangunan PBB memberikan gambaran suram mengenai dampak buruk perang terhadap perekonomian Palestina. Berikut adalah kesimpulan utamanya:

- Dalam satu bulan perang, produk domestik bruto (PDB) Palestina diperkirakan turun sekitar 4,2 persen dibandingkan perkiraan sebelum perang pada tahun 2023, atau kerugian sekitar US$857 juta (Rp 13,4 triliun).

- Jika perang berlanjut selama dua bulan penuh, perkiraan kerugian ekonomi akan meningkat hingga 8,4 persen PDB, atau US$1,7 miliar. Pada bulan ketiga, kerugian akan meningkat menjadi 12,2 persen PDB atau US$2,5 miliar.

- Sekitar 390.000 pekerjaan telah hilang sejak dimulainya perang di seluruh wilayah Palestina. Dari jumlah tersebut, 182.000 pekerjaan hilang di Gaza dan 208.000 di Tepi Barat yang diduduki.

- Kemiskinan juga diperkirakan meningkat tajam sebesar 20 persen hingga 45 persen tergantung pada durasi konflik.

Baca Juga: Aliansi Rakyat Surabaya Gelar Aksi Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

5. Israel target pengeboman di fasilitas umum termasuk rumah sakit

Tank-tank Israel hanya berjarak 20 meter (65 kaki) dari Rumah Sakit al-Quds dan menembaki fasilitas tersebut dengan sekitar 14.000 pengungsi dalam keadaan “panik dan ketakutan yang ekstrem”, kata Bulan Sabit Merah Palestina dilansir dari Aljazeera.com.

Direktur Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan bahwa kompleks medis tersebut sepenuhnya terputus, setiap orang yang bergerak menjadi sasaran pasukan Israel termasuk paramedis.

Pesawat tempur Israel meningkatkan serangan ke rumah sakit di Jalur Gaza. Mereka terus menyerbu wilayah sekitar RS Al-Shifa, RS Indonesia, RS Al-Awda, RS Al-Quds dan RS Anak Al-Rantisi.

6. Israel serang warga sipil

Israel tengah meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza, termasuk rumah sakit-rumah sakit, tempat tinggal dan rumah-rumah ibadah sejak serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas pada 7 Oktober lalu.

Dilansir dari Suara.com jaringan Telisik.id, sebanyak 11.078 warga Palestina terbunuh, di antaranya 4.506 anak-anak dan 3.027 perempuan. Sementara korban jiwa di pihak Israel mencapai 1.200 menurut data resmi. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS