Banjir Rendam Sawah di Bungi, Pemkot Baubau Segera Normalisasi Irigasi
Reporter
Kamis, 26 Februari 2026 / 8:53 pm
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, usai meninjau banjir yg terjadi di Kecamatan Bungi. Foto: Ist.
BAUBAU, TELISIK.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau bergerak cepat menyikapi banjir yang merendam area persawahan di Kelurahan Waliabuku dan Ngkari-Ngkari, Kecamatan Bungi.
Perbaikan dan normalisasi saluran irigasi menjadi langkah prioritas guna mencegah banjir kembali terulang saat musim hujan.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, menegaskan bahwa pemkot memprioritaskan langkah penanganan dengan membenahi infrastruktur pengairan.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, penyumbatan pada bagian hilir atau ujung saluran irigasi menjadi penyebab utama meluapnya air hingga menggenangi lahan persawahan warga.
Baca Juga: Penyidik Dalami Aliran Dana Korupsi Stadion Motewe, Kajari Muna Pastikan Ada Tersangka Baru
Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan material berupa ranting kayu dan sampah yang menghambat aliran air secara signifikan. Selain itu, berdasarkan informasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS), kapasitas saluran air juga mengalami penyempitan.
Tingginya tingkat sedimentasi atau pendangkalan menyebabkan daya tampung air berkurang drastis, sehingga air lebih mudah meluap saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Kita perlu melakukan pembenahan, terutama di bagian ujung saluran pengairan. Pembersihan ranting dan pengerukan sedimen harus segera dilakukan agar banjir serupa tidak terulang kembali,” ujar Yusran, Kamis (26/2/2026).
Terkait sektor pertanian, Yusran mengungkapkan bahwa banjir kali ini tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi petani, meskipun terdapat beberapa petak sawah yang masih tergenang.
Hal tersebut karena sebagian besar lahan baru memasuki masa tanam dengan usia tanaman yang masih sangat muda, sehingga risiko gagal panen dapat diminimalkan.
Baca Juga: Jaksa Tahan Tiga Kadis di Muna dan Kontraktor Proyek Stadion Motewe
Sementara itu, dari sisi ketahanan pangan, Pemkot Baubau memastikan stok pangan dalam kondisi aman berkat hasil panen beberapa bulan terakhir.
Harga gabah di tingkat petani juga terpantau stabil dan menguntungkan, yakni berada di kisaran Rp 12.000 per kilogram. Pemerintah berharap harga tersebut tetap terjaga atau bahkan meningkat demi mendukung kesejahteraan petani di Kota Baubau.
Seorang petani, Rai, berharap pemerintah dapat melanjutkan normalisasi sungai yang hingga kini belum rampung sampai ke bendungan.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan banjir yang berpotensi merugikan petani, khususnya pada lahan padi sawah. (B)
Penulis: Elfinasari
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS