Bantu Orang Tua, Bocah Ini Terpaksa Memulung Sepulang Sekolah

Wa Ode Sunaimi Rahman

Reporter

Minggu, 30 Oktober 2022  /  9:25 am

Ade, bocah kelas 6 SD menjadi pemulung untuk biaya sekolah dan membantu kebutuhan keluarga. Foto: Wa Ode Sunaimi Rahman/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID – Tak seperti anak pada umumnya, Ade harus bergegas memulung setelah pulang sekolah. Usai mengganti seragamnya, ia pun memulai pekerjaannya sebagai pemulung demi menambah biaya sekolah dan kebutuhan keluarga.

Ade sekolah di SDN 4 Ranomeeto, Konawe Selatan. Saat ini ia duduk di bangku kelas 6. Ia bersama 6 saudara dan kedua orang tuanya tinggal di Jalan Sorumba, Ranomeeto, Konawe Selatan.

Sabtu (29/10/2022) sore menjelang malam, dengan badan loyo karena kecapean memulung, Ade mendorong gerobak berisi barang bekas dan rongsokan yang berhasil dia kumpulkan.

Saat-saat tertentu ia akan naik angkutan umum mengingat lokasi memulung dengan rumahnya begitu jauh. Saat bertemu Telisik.id, Ade sedang memulung di Kota Kendari Jalan Buburanda, Mandonga, hingga Anduonohu.

Baca Juga: Suami Stroke, Ibu Ini Cari Nafkah Bawa Serta Dua Anaknya

“Sepulang sekolah saya naik angkot ke Kendari mencari barang bekas seperti ini. Orang tuaku juga kerjanya memulung,” ucap Ade.

Ade berasal dari keluarga pemulung. Ayah dan ibunya mendapatkan penghasilan dari memulung. Di tempat yang berbeda, Ade juga ikut memulung untuk membantu biaya sekolah, karena penghasilan orang tuanya tidak mencukupi.

Hasil dari memulung tidak langsung menghasilkan uang pada hari itu, melainkan setelah seminggu pengumpulan, barulah ditimbang dan dijual.

“Saya tidak setiap hari mendapatkan uang, tapi ini dikumpul dulu. Setelah 1 minggu baru bisa ditimbang,” lanjut Ade.

Salah satu warga Kota Kendari, Inaya, mengaku prihatin melihat anak-anak harus bekerja membantu orang tuanya mencari nafkah.

Baca Juga: Tak Lagi Muda, Kakek 68 Tahun Ini Terpaksa Memulung untuk Hidupi Keluarga

Apalagi mereka harusnya fokus sekolah dan belajar, atau bahkan menikmati hiburan dengan teman sebayanya. Kondisi ekonomi memaksa mereka harus ikut mencari nafkah.

Ia juga mendoakan semoga anak-anak yang saat ini hidup dalam kondisi susah, semoga ke depannya menjadi orang yang sukses.

“Suka sedih lihat anak-anak yang tetap semangat bekerja seperti ini, pulang sekolah langsung bekerja. Semoga suatu saat mereka jadi anak yang sukses,” tutur Inaya. (A)

Penulis: Wa Ode Sunaimi Rahman

Editor: Haerani Hambali