SDN 6 Kendari Konsisten Lestarikan Budaya Lokal, Musik Bambu jadi Ikon Sekolah
uci, telisik indonesia
Selasa, 03 Februari 2026
0 dilihat
Kepala SDN 6 Kendari, Endah Rahminingsih, saat ditemui di ruang kerjanya, memberikan keterangan terkait kegiatan dan program pendidikan di sekolah. Foto: Uci/Telisik.
" SDN 6 Kendari terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui berbagai program unggulan berbasis kearifan lokal "

KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah arus modernisasi yang kian kuat, SDN 6 Kendari terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui berbagai program unggulan berbasis kearifan lokal.
Sekolah ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik.
Salah satu program unggulan yang menjadi ikon SDN 6 Kendari adalah musik bambu, sebuah kesenian tradisional yang telah lama melekat dengan identitas sekolah.
Kepala SDN 6 Kendari, Endah Rahminingsih, S.Pd., M.Pd mengatakan, program ini sempat vakum akibat kekosongan pelatih, namun pihaknya saat ini kembali menghidupkannya sebagai upaya membangkitkan semangat seni dan kecintaan siswa terhadap budaya daerah.
Dikatakannya, saat ini tim musik bambu SDN 6 Kendari melibatkan sekitar 53 siswa dan aktif tampil dalam berbagai agenda resmi, termasuk acara pemerintahan, sempat juga menoreh prestasi juara dua tingkat sekolah dasar.
Baca Juga: SDN 7 Kendari Tingkatkan Keamanan dan Potensi Siswa di Bawah Kepemimpinan Ruwaedah
Selain musik bambu, SDN 6 Kendari juga berupaya menghidupkan kembali seni Lulo tradisional, tarian khas Sultra yang sarat nilai kebersamaan. Berbeda dengan Lulo kreasi yang telah mengalami banyak modifikasi, pihak sekolah menekankan pengajaran Lulo tradisional yang murni sesuai pakem lama, agar keaslian dan nilai filosofisnya tetap terjaga.
“Karena kemarin kami baru selesai rapatkan, kami menyepakati akan membuat program baru yaitu tim tari tradisional Lulo. Sekarang kan lulo itu sudah modern dan banyak dimodifikasi, jadi kami ingin mengajarkan ke siswa sekaligus memperkenalkan tarian Lulo tradisional yang benar-benar murni agar generasi kita juga bisa tahu identitas tarian Lulo sebelumnya seperti apa,” terangnya, Senin (2/2/2026).
Tidak hanya berfokus pada seni dan adat, sekolah juga turut menjalankan program pendukung pembentukan karakter, seperti mengaktifkan kembali kegiatan Pramuka serta pendidikan etika.
Melalui program ini, siswa dibiasakan berkomunikasi dengan bahasa yang sopan dan berperilaku santun, baik di lingkungan sekolah maupun di luar.
Namun demikian, upaya tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah pengaruh lingkungan bermain di luar sekolah, di mana siswa kerap membawa bahasa dan perilaku yang kurang pantas ke lingkungan pendidikan, di sinilah peran guru untuk bekerja ekstra membentuk kembali karakter siswa agar sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah.
“Kami selalu menekankan nilai etika yang baik pada siswa, tapi tidak bisa dipungkiri siswa juga membawa kebiasaan dari luar sekolah yang di luar kontrol kami, jadi itulah tugas kami sebagai tenaga pendidik untuk membentuk kembali karakter siswa yang baik, yang sejalan dengan nilai yang kami tanamkan,” ujar Endah Rahminingsih.
Ke depan, pihak sekolah juga merancang kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, adanya momentum kebijakan pemerintah yang tengah mengedepankan nilai-nilai kedaerahan dinilai sebagai peluang besar untuk memperkuat program budaya di sekolah.
Baca Juga: SDN 2 Kendari Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Digitalisasi dan Pembinaan Karakter
“Pemerintah kota sekarang sedang gencarnya menghidupkan nilai-nilai kedaerahan, nah ini sangat selaras dengan visi kami yang ingin menghidupkan nilai-nilai tradisional, maka dari itulah penyelarasan visi dengan Wali Kota Kendari menjadi landasan utama kerja sama ini,” ungkapnya.
Adapun rencana kolaborasi dengan pemerintah mencakup pelibatan siswa dalam berbagai agenda resmi daerah, seperti peringatan HUT Kota Kendari, Hari Pendidikan Nasional, hingga partisipasi dalam kegiatan berskala internasional yang direncanakan oleh pemerintah kota.
“Selain ruang tampil, pihak sekolah juga berharap adanya dukungan fasilitas dari pemda untuk menunjang pengembangan program unggulan. Dengan fasilitas yang memadai, SDN 6 Kendari optimistis dapat memperkuat identitasnya sebagai sekolah pelestari budaya lokal,” tandasnya. (C)
Penulis: Uci
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS