Cerita PSK Cantik Rela Dibayar Murah, Ingin Pulang ke Kampung Halaman Jumpa Ibu
Reporter
Minggu, 21 Juni 2026 / 8:30 pm
Ilustrasi, perempuan muda perantau, Melati, mengaku lelah menjalani kehidupan yang tidak sesuai harapan. Foto: Repro Pinterest
BONTANG, TELISIK.ID - Lampu putih redup menerangi sebuah kamar sempit yang menjadi tempat tinggal sekaligus ruang mencari nafkah bagi seorang perempuan muda di Kota Bontang. Ruangan itu nyaris tanpa ventilasi. Udara hanya masuk melalui celah pintu kayu yang mulai lapuk dimakan usia.
Suara derit pintu dan lantai kayu yang berderak menjadi bagian dari keseharian perempuan berusia 24 tahun itu.
Sebut saja Melati, bukan nama sebenarnya. Dalam perbincangan dengan media ini, ia mengisahkan perjalanan hidup yang membawanya merantau dari Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga ke Kota Bontang, Kalimantan Timur.
"Tinggal di sini serasa di neraka. Apalagi di atas laut. Kadang bau enggak enak ini keluar dari bawah," kata Melati, seperti dikutip dari Bekeseh.co, Minggu (21/6/2026).
Melati mengaku baru sekitar tiga bulan berada di Kota Bontang. Ia datang dengan harapan dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik dibandingkan pekerjaan sebelumnya di kampung halaman. Namun kenyataan yang dihadapi tidak sesuai dengan harapan.
Baca Juga: Cerita PSK Cantik Jadikan Remaja Pelampiasan, Trauma Efek TikTok
"Itu bukan nama asli saya. Tapi orang-orang mulai memanggil saya begitu karena katanya aroma tubuh saya seperti bunga itu, " ucapnya pelan.
Perempuan tersebut mengaku memiliki sejumlah pelanggan tetap selama berada di Bontang. Meski demikian, kondisi ekonomi yang diharapkan tak kunjung membaik.
Menurutnya, tarif yang dipasang kerap ditawar dengan harga rendah sehingga penghasilan yang diperoleh tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
"Ada lima," ujarnya saat ditanya mengenai pelanggan tetap yang dimilikinya.
Untuk pelanggan baru, Melati mengaku mematok tarif Rp 200 ribu dalam sekali transaksi. Namun menurutnya, kondisi pasar yang sepi membuat dirinya sulit menetapkan harga lebih tinggi.
"Kenapa murah, kan di sini sepi. Harga murah saja belum tentu ada yang mau. Apalagi kalau pasang harga mahal," ujarnya.
Sebelum merantau ke Kalimantan, Melati bekerja sebagai pengasuh bayi di Tasikmalaya. Pekerjaan tersebut dijalaninya dalam waktu cukup lama sebelum akhirnya memutuskan berhenti.
Ia menilai pekerjaan sebagai pengasuh bayi memiliki tanggung jawab besar dengan penghasilan yang dianggap tidak sebanding. Kondisi itulah yang kemudian mendorongnya mencari pekerjaan di luar daerah.
Namun perjalanan yang ditempuh ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Melati mengaku hingga kini belum mampu mewujudkan keinginannya membantu perekonomian keluarga, terutama ibunya yang berada di kampung halaman.
Baca Juga: Belajar di Indonesia, Sosok Wanita Ini jadi PSK Terkaya Dunia
"Belum lagi bayar hutang dan sewa kamar," tuturnya.
Kepada keluarga, Melati mengaku tidak pernah menceritakan kondisi sebenarnya. Orang tuanya disebut hanya mengetahui dirinya bekerja di Jakarta sebagai pramusaji rumah makan. Mereka juga tidak mengetahui bahwa saat ini ia berada di Kota Bontang.
Di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi, Melati mengaku mulai lelah dengan kehidupan yang dijalaninya saat ini. Ia menyimpan keinginan untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarganya.
"Saya sebenarnya mau pulang, sudah lelah. Ya, pengin juga kembali ke jalan yang benar," ujarnya sambil menahan tangis.
Saat menceritakan keluarganya, mata Melati tampak berkaca-kaca. Air mata yang jatuh menjadi gambaran kerinduan terhadap rumah dan harapan untuk memulai kehidupan yang baru di masa mendatang. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS