COVID-19 Bukan Aib dan Jangan Disembunyikan

Sunaryo

Reporter Muna

Kamis, 10 September 2020  /  9:35 pm

Ketua PPNI Sultra, Herianto. Foto: Ist.

MUNA, TELISIK.ID - COVID-19 masih terus mengancam warga Sultra. Di Indonesia, Bumi Anoa menempati urutan ke tiga penularan virus mematikan itu.

Para perawat pun dibuat kewalahan serta mempertaruhkan nyawa dalam menangani pasien yang terkonfirmasi positif. Akan tetapi, masyarakat masih terkesan abai dengan penyakit itu. Parahnya lagi, bila telah ada yang positif, lantas disembunyikan.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sultra, Heryanto menerangkan, hal harus digaris bawahi adalah seseorang yang terpapar COVID-19 bukanlah menjadi aib. Oleh karena itu, jangan disembunyikan, karena akan merugikan keluarga dan orang banyak.

"Jadi harus terbuka, agar masyarakat tahu dan bisa melindungi diri," kata Jubir Satgas COVID-19 Bombana, Heryanto.

Baca juga: Soal Gaji dan Upah, Pernyataan Dirut PDAM Busel Dibantah

Ia mencontohkan, kasus baru di Kabupaten Bombana klaster pesta di Hotel Claro, ada sekitar ratusan yang terinfeksi virus itu. Di antara mereka beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Begitu, hasil laboratorium swab dinyatakan positif, langsung diumumkan.  

"Kita umumkan dengan tujuan menambah kewaspadaan masyarakat agar tidak tertular," ungkapnya.

Ia berpesan pada masyarakat agar tidak menganggap enteng COVID-19. Bila pernah berinteraksi dengan seseorang yang positif, sebaiknya memeriksakan diri pada puskesmas terdekat atau pun Rumah Sakit (RS), sehingga bisa dilakukan penanganan agar tidak menulari orang dilingkungan sekitar.

Reporter: Sunaryo

Editor: Kardin

TOPICS