Dengkul Pria Bergetar Tanda Kepuasan Seks, Mitos atau Fakta?

Adinda Septia Putri

reporter

Minggu, 20 Agustus 2023  /  9:11 am

Dengkul bergetar bukan tanda seorang pria puas dalam urusan ranjang. Foto: Repro Health.grid.id

KENDARI, TELISIK.ID - Banyak mitos terkait seks yang beredar di masyarakat, termasuk tentang dengkul atau lutut laki-laki yang bergetar setelah berhubungan seks, sering diartikan sebagai tanda kepuasan yang sudah terpenuhi.

Apakah benar kepuasan pria saat seks diukur dalam hal dengklunya yang terasa lemas dan bergetar?

Dilansir dari Disway.id, dalam acara TonightShowNet, dr Boyke mencoba menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Vincent Rompies. Hal itu bisa dilihat dalam video yang diunggah TonightShowNET pada Selasa (15/8/2023).

Menjawab pertanyaan tersebut, dr Boyke langsung membantah karena dengkul bergetar bukan tanda seorang pria puas dalam urusan ranjang.

"Bukan, dengkul gemetar itu tanda pria kurang perkasa karena kurang olahraga," jawab dr Boyke dengan tegas.

Akan tetapi sebaliknya, apabila dengkul wanita yang gemetar saat berhubungan seks, maka bisa dikatakan benar sedang mencapai tahap puncak kenikmatan.

"Tapi kalau wanita bergetar dengkulnya, pada saat dia melakukan hubungan (seks), tapi nggak yang terus menerus dia geter ya dengkulnya," ucap dr Boyke.

Baca Juga: Meski Cukup Sulit, Posisi Bercinta Helikopter Beri Kepuasan Maksimal

"Itu pada saat hubungan, saat dia mencapai puncaknya dia akan mengalami apa yang disebut dengan kejang 0,7 detik," sambungnya.

Menurut penuturan dr Boyke, jadi kejangnya itu mulai dari betis wanita hingga ke atas, sampai ke rahim dan bahkan rahimnya bisa ikut menyedot kejang itu sendiri. Jadi pertanyaan soal 'bagaimana sih kita tahu kalau pasangan wanita sudah mencapai puncak kenikmatannya', karena adanya bagian tubuh tertentu yang terasa bergetar.

Dikutip dari Intiseleb.com, penyebab dengkul bergetar tidak memiliki pengaruh dengan kepuasan seksual. Apa penyebab dengkul bergetar? Melansir berbagai sumber, inilah penyebab dengkul bergetar.

1. Pengapuran Lutut

Pengapuran lutut atau osteoarthritis pada lutut membuat seseorang bisa merasakan nyeri, keterbatasan gerakan, kekakuan lutut, sendi bengkak, lunak, kecacatan, dan kelemahan. Pengapuran lutut sulit untuk dicegah. Tapi, sebaiknya melakukan olahraga di sekitar otot kaki dan paha.

"Sulit untuk mencegah, tapi disarankan untuk melakukan olahraga untuk bisa menguatkan otot sekitar paha, kalau merasakan sakit pada lutut disarankan untuk segera menemui dokter,” kata Dr. Jeffrey Chew, ahli bedah orthopedik di Mount Elizabeth Hospital Singapura, dalam acara Bebas Bergerak dengan Bedah Lutut Robotik, di bilangan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2016).

2. Kelelahan Otot

Salah satu penyebab umum dengkul bergetar adalah kelelahan otot. Jika terlalu lama berdiri atau duduk dalam posisi yang sama, otot-otot di sekitar dengkul dapat menjadi lelah dan bergetar. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan istirahat yang cukup bagi otot-otot tersebut. Jika harus berdiri atau duduk dalam waktu lama, pastikan untuk mengubah posisi secara teratur dan melakukan peregangan ringan untuk merelaksasi otot-otot.

3. Dehidrasi atau Kekurangan Cairan

Dehidrasi hingga kekurangan cairan dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Hal ini juga akan menyebabkan penyebab lutut gemetaran.

4. Kondisi Medis

Beberapa kondisi medis, seperti tremor esensial atau gangguan neurologis lainnya, juga dapat menyebabkan dengkul bergetar. Jika dengkul bergetar terjadi secara terus-menerus atau mengganggu aktivitas sehari-harimu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi dan diagnosis yang tepat.

Baca Juga: Mr. P Disunat Bikin Seks Lebih Nikmat, Ini Penjelasannya

5. Rest Leg Syndrome (RLS)

Mengutip Mayo Clinic, Rest Leg Syndrome (RLS) atau sindrom kaki gelisah adalah suatu kondisi yang menyebabkan keinginan tak terkendali untuk menggerakkan kaki, biasanya karena sensasi yang tidak nyaman.

6. Multiple Sclerosis (MS)

Menurut NHS, Multiple Sclerosis adalah kerusakan selaput pelindung saraf pada otak. Kondisi yang dapat memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang, yang menyebabkan berbagai gejala potensial, termasuk masalah penglihatan, gerakan lengan atau tungkai, sensasi atau keseimbangan sehingga muncul gemetar atau tremor. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS