Harga Tinggi di Pasaran, Pemprov Jatim Subsidi Minyak Goreng

Try Wahyudi Ary Setyawan

Reporter Surabaya

Jumat, 14 Januari 2022  /  4:06 pm

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. Foto: Ist

SURABAYA, TELISIK.ID - Pemprov Jawa Timur (Jatim) mengucurkan subsidi untuk minyak goreng sebagai upaya untuk menekan tingginya harga di pasaran.

Menurut Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemprov Jatim untuk memastikan harga-harga sudah terkendali. Di antaranya harga komoditas minyak, beras, telur, cabai, dan bawang yang kini disokong oleh pemerintah.

Terkait harga minyak, Emil menjelaskan, mengikuti harga pasaran minyak yang kini berada di angka Rp 14000, namun Pemprov Jatim memberi subsidi sebesar Rp 2000. Sehingga, per liter minyak dibanderol dengan harga Rp 12000/kantong.

"Sekarang pemerintah sedang berusaha menekan harga minyak di angka Rp 14000. Pemprov Jatim sudah melakukan berbagai langkah untuk menaikkan daya beli minyak masyarakat. Salah satunya dengan subsidi," ungkap Emil di Surabaya, Jumat (14/1/2022).

Untuk subsidi ini, Emil menjelaskan, pembeli diharuskan menunjukkan KTP. Masing-masing pembeli pun mendapat jatah maksimal pembelian dua kantong minyak, atau 2 liter. Mantan Bupati Trenggalek itu juga memaparkan, koordinasi guna memastikan kestabilan harga sembako ini dilakukan dengan sinergi bersama kementerian perdagangan dan kementerian pertanian.

Baca Juga: Telan Anggaran Rp 4 Miliar, Pembangunan MPP Konawe Ditarget Rampung Akhir Januari 2022

Pasalnya, naik turunnya harga juga secara langsung menyangkut produksi komoditas dari petani.

"Koordinasi ini dilakukan dengan kementerian perdagangan, kementerian pertanian terkait produksi yang dihasilkan oleh petani dan tentu saja harga yang berkembang di pasar-pasar," sebutnya.

Emil pun mengatakan, Jatim  juga akan mengupayakan agar produksi gula lokal dapat menjadi salah satu solusi dalam menjaga kestabilan harga gula di Bumi Majapahit.

Baca Juga: Jenazah Almarhum AS Tamrin Tiba di Baubau, Disambut Ribuan Masyarakat

"Untuk gula nanti akan kamu pantau lebih lanjut produksinya. Karena Jatim ini adalah salah satu daerah produsen gula, baik itu dari pabrik maupun kombinasi yang lain," sebutnya.

Emil memastikan, Pemprov Jatim akan sebaik mungkin berupaya memberikan pembinaan dan pelatihan lanjutan bagi para pelaku usaha. Ini sebagai kontribusi Jatim dalam pemulihan ekonomi. Baik bagi Jawa Timur sendiri, juga untuk Indonesia.

"Ini untuk percepatan pemulihan ekonomi. Kami dari Pemprov akan membina dan memberikan pelatihan lanjutan untuk memastikan bahwa semua Output terlaksana dengan baik," tutupnya. (C)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Kardin