Hujan Semalam, 19 Titik Bencana Terjadi di Kendari

Sumarlin

Reporter

Kamis, 29 Februari 2024  /  5:03 pm

Warga mengangkat puing pagar rumahnya yang jebol dihantam air luapan kali ketika hujan yang melanda kota Kendari, Kamis (29/2/2024). Foto: Sumarlin/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Hujan yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara sejak subuh menyebabkan sejumlah bencana, seperti pohon tumbang, tanah longsor dan banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sebanyak 19 titik bencana yang terjadi pasca hujan deras yang mengguyur Kota Kendari dengan intensitas sedang hingga tinggi, pada Kamis (29/2/2024) dini hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman menjelaskan, setelah mendapat informasi dari berbagai grup tagana tentang bencana dan arahan langsung Pj Wali Kota Kendari, BPBD berkoordinasi dengan sejumlah pihak dan langsung melakukan aksi di lokasi bencana.

Baca Juga: 14 Hari Pasca Pemilu, Pj Gubernur Sambangi Kantor KPU Sulawesi Tenggara

"Pada umumnya banjir, tanah longsor ada dua titik di Mandonga dan pohon tumbang ada tiga pohon di jalan Made Sabara Bayar Pass dan Sao-sao dan sisanya memang ini kebanyakan genangan banjir. Di kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Puuwatu, Kadia, Wua-wua semua ada genangan banjir," jelasnya, saat ditemui di lokasi banjir jalan Merpati RT 4 RW 1 Kelurahan Mandonga, Kamis (29/2/2024).

Lokasi pertama yang menjadi sasaran BPBD yakni pohon tumbang yang terjadi di ruas jalan bay pass. Ini menjadi prioritas agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas di jalur tersebut.

Selanjutnya, BPBD bersama sekira 20 personilnya dengan dua unit mesin penyedot air membantu membersihkan rumah warga RT 04 RW 1 yang tergenang air dan lumpur. Pembersihan juga dibantu Lurah Mandonga serta aparat TNI dari Kodim 1417 Kendari.

Mereka berjibaku menggunakan alat seadanya membersihkan rumah warga yang dipenuhi lumpur. Di jalan Merpati, Kelurahan Mandonga ini, terdapat sekira 30 kepala keluarga yang terdampak banjir.

Warga mengaku banjir diperparah setelah air kali disamping rumah mereka meluap dan menghancurkan dinding tanggul sehingga air masuk ke rumah mereka. Meskipun ketinggian air sebatas pinggang orang dewasa. Namun banjir kali ini menyebabkan sejumlah pagar dan bangunan rumah warga rusak.

"Tadi subuh banjir terjadi jam 5, tanggul dibelakang rumah saya ini jebol, pagar rumah saya juga jebol, ini kali sebenarnya airnya sedikit, tapi kalau hujan airnya bisa meluap," ungkap warga RT 4, RW 1, Edi saat membersihkan sampah yang nyangkut di belakang rumahnya.

Baca Juga: Intip Perolehan Suara Influencer Kendari Steven Stenly, Punya Pengikut Jutaan

"Banjirnya ini lebih tinggi daripada tahun 2017, tapi ini parah karena tanggul jebol, ada kamar mandi warga di sini rusak tertindis bangun yang dihantam air tadi subuh," ujar Manto sambil menunjukkan bekas genangan air tahun 2017 yang masih membekas di rumahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun sejumlah barang warga rusak terendam air, bahkan dua unit sumur warga kotor tergenang bekas banjir.

Selain di Kecamatan Mandonga, penanganan warga yang diterjang banjir juga dilakukan pemerintah kota Kendari melalui Dinas Kebakaran di Kelurahan Kampung Salo. Bahkan ada warga yang meninggal dunia saat banjir melanda pemukiman mereka. (A)

Penulis: Sumarlin

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS