Rosmawati Ibrahim Dilantik Jadi Rektor Universitas Pelita Ibu: Fokus Integrasi Riset dan Kearifan Lokal
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Sabtu, 13 Juni 2026
0 dilihat
Prosesi pelantikan Rektor Pelita Ibu Kendari, DR. Rosmawati Ibrahim, oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman, Sabtu (13/6/2026). Foto: Ana Pratiwi/Telisik
" Sejarah baru pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara kembali tercatat. Yayasan Pelita Ibu resmi menerima Surat Keputusan (SK) alih bentuk STIKES Pelita Ibu menjadi Universitas Pelita Ibu, sekaligus melantik Dr. Hj. Rosmawati Ibrahim sebagai rektor pertama "
KENDARI, TELISIK.ID - Sejarah baru pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara kembali tercatat. Yayasan Pelita Ibu resmi menerima Surat Keputusan (SK) alih bentuk STIKES Pelita Ibu menjadi Universitas Pelita Ibu, sekaligus melantik Dr. Hj. Rosmawati Ibrahim sebagai rektor pertama, Sabtu (13/6/2026).
Transformasi ini ditetapkan melalui SK Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 572/B/O/2026. Status baru ini menandai langkah besar bagi institusi yang telah berdiri sejak dua dekade silam tersebut.
Universitas Pelita Ibu kini resmi membuka tujuh program studi unggulan: D3 Kebidanan (Akreditasi Unggul), S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Farmasi, S1 Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan, S1 Hukum Bisnis, serta S1 Manajemen Ritel.
Rektor Universitas Pelita Ibu, Dr. Hj. Rosmawati Ibrahim, menyebut perjalanan ini sangat emosional. Ia mengenang bagaimana institusi ini lahir dari Akademi Kebidanan pada 2005, bertransformasi menjadi STIKES pada 2019, hingga kini resmi menyandang status universitas.
Sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman menyampaikan universitas harus melaksanakan kurikulum outcome base education. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
"Saya menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan mendirikan Akademi Kebidanan dengan segala keterbatasan. Hari ini, tanggung jawab kita jauh lebih besar untuk melanjutkan dedikasi para pendiri dan pimpinan terdahulu," ujar Rosmawati.
Dalam visi barunya, Universitas Pelita Ibu bertekad menjadi institusi terdepan yang inovatif.
Fokus utamanya adalah mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal pesisir dan kepulauan guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Rosmawati berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis, baik dengan pemerintah, dunia usaha, maupun industri.
"Kami ingin membangun kampus yang unggul dalam riset dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat, dengan lulusan yang berkarakter dan berdaya saing," tambahnya.
Penyerahan SK alih bentuk STIKES Pelita Ibu menjadi Universitas Pelita Ibu oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Andi Lukman kepada Ketua Yayasan Pelita Ibu, Triawan rizbar taha (kiri). Foto: Ana Pratiwi/Telisik
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Pelita Ibu, Ririt Yuliarti Taha, menegaskan bahwa jabatan rektor adalah amanah besar.
Pihak yayasan menaruh kepercayaan penuh kepada Rosmawati untuk memimpin transformasi tata kelola institusi.
"Kami berharap kepemimpinan ini mampu mengedepankan integritas. Jadikan Universitas Pelita Ibu sebagai rumah bagi generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas," tegas Ririt.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan catatan kritis.
Ia mengingatkan bahwa perubahan bentuk harus dibarengi dengan peningkatan mutu dan tata kelola yang profesional.
Foto bersama usai pelantikan, rektor, LLDIKTI, Stakeholder dan seluruh civitas akademika Universitas Pelita Ibu. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
Andi Lukman menyoroti tantangan besar perguruan tinggi saat ini, yakni perubahan paradigma sistem pembelajaran. Ia mengaku masih gelisah karena penerapan kurikulum Outcome Based Education (OBE) masih minim di lapangan.
"Perguruan tinggi harus memastikan lulusannya memiliki kompetensi, keterampilan, dan karakter. Jangan hanya di kelas, bawa mahasiswa keluar. Perguruan tinggi yang melakukan perubahan paradigma ini pasti memiliki masa tunggu lulusan yang sangat singkat," ujar Andi Lukman.
Ia menambahkan, pemerintah akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi universitas untuk berinovasi dalam kurikulum.
Kuncinya, menurut Andi, adalah penyamaan persepsi antara yayasan, dosen, dan mahasiswa untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Acara pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai prosesi, mulai dari tarian penyambutan hingga penampilan lagu oleh Dr. Andi Lukman sebagai bentuk apresiasi atas lahirnya universitas baru di Kendari tersebut. (A-Adv)