Indonesia Impor Barang Antik dan Karpet dari Palestina, Segini Nilainya

Adinda Septia Putri

reporter

Kamis, 16 November 2023  /  8:59 am

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia impor sejumlah produk dari Palestina meski tidak banyak. Foto: Repro Merdeka.com

GAZA, TELISIK.ID – Hubungan bilateral perdagangan antara Indonesia dan Palestina ternyata terjadi dalam jumlah yang sangat sedikit. Hal itu diketahui dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai impor Indonesia dari Palestina sepanjang Januari-Oktober 2023, nilainya mencapai US$ 1,57 juta atau setara Rp 24,31 miliar (kurs Rp 15.487).

Tingkat Ekspor Indonesia-Palestina

Dilansir dari Finance.detik.com, nilai impor Indonesia dari Palestina itu tercatat sudah naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang 2020 nilainya sempat mencapai US$ 1,66 juta, namun kemudian turun di 2021 menjadi US$ 1,17 juta dan 2022 US$ 1,25 juta.

Lebih rinci dijelaskan, komoditas yang diimpor Indonesia dari Palestina sepanjang Januari-Oktober 2023 yakni buah-buahan (HS 08) senilai US$ 1,43 juta, serta lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai US$ 100 ribu.

Baca Juga: Hugua jadi Delegasi Suarakan Kemerdekaan Palestina di Forum Dunia

Kemudian, Indonesia juga tercatat impor dari Palestina terkait produk karya seni, barang kolektor dan barang antik (HS 97) senilai US$ 20 ribu, serta karpet dan tekstil penutup lantai lainnya (HS 57) senilai US$ 10 ribu.

Nilai Ekspor Indonesa-Palestina

Di sisi lain, Indonesia juga ekspor ke Palestina. Sepanjang Januari-Oktober 2023 nilainya mencapai US$ 2,37 juta atau Rp 36,70 miliar.

Baca Juga: Tembus 11.000 Orang dan Minim Fasilitas, Jenazah di Palestina Diangkut Ekskavator

Ekspor itu terdiri dari berbagai makanan olahan (HS 21) senilai US$ 1,85 juta, olahan dari sayuran, buah, dan kacang (HS 20) senilai US$ 230 ribu, olahan dari tepung (HS 19) senilai US$ 130 ribu, bahan kimia organik (HS 29) senilai US$ 60 ribu, serta kayu dan barang dari kayu (HS 44) senilai US$ 40 ribu.

"Share ekspor (Indonesia) ke Palestina sebesar 0,0011 persen terhadap total ekspor Indonesia," tutur Pudji.

Dikutip dari Cnbcindonesia.com, Pudji menuturkan, nilai ekspor-impor dari Israel maupun Palestina tergolong sangat kecil dibandingkan keseluruhan aktivitas perdagangan internasional Indonesia. Dengan demikian, dia memperkirakan konflik yang terjadi antara dua negara tersebut tidak berpengaruh besar terhadap aktivitas perdagangan antar negara yang dilakukan Indonesia.

"Dapat disimpulkan kondisi politik di kedua negara tersebut tidak signifikan terhadap kinerja perdagangan internasional Indonesia. Kondisi politik di Ukraina-Rusia juga tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja perdagangan internasional di Indonesia dimana komoditas utama impor dari Ukraina adalah serealia," kata Pudji. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS