Ingin Temukan Kekurangan Islam, Pemuda Ini Pura-Pura Jadi Mualaf

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Jumat, 26 Januari 2024  /  8:08 am

Berawal dari niatnya untuk menemukan kekurangan agama Islam, membuat seorang pendeta muda malah menjadi mualaf. Foto: Repro Intipseleb.com

KENDARI, TELISIK.ID - Berawal dari niat hatinya untuk menemukan kekurangan agama Islam, membuat seorang pendeta muda bernama Filipus Kristian, berpura-pura menjadi mualaf.

Ia yang kini memeluk agama Islam membeberkan awal mula alasan dirinya pindah keyakinan dari Nasrani menjadi Muslim. Mantan pendeta itu pun mengaku bahwa awalnya ia menjadi mualaf hanya berpura-pura saja, tujuannya untuk menyelidiki keburukan agama Islam.

Hal itu diungkapkan Filipus Kristian lewat video wawancaranya yang tayang di kanal YouTube Hidayatullah TV. Dalam video berjudul ‘Tak Terima Kalah Debat, Pendeta Masuk Pesantren untuk Menyelidiki Kelemahan Islam’ itu, tampak awalnya Filipus Kristian mengaku tak ikhlas masuk Islam.

“Faktanya saya masuk Islam dalam keadaan tidak ikhlas. Saya sendiri adalah seorang pembenci Islam yang luar biasa,” ujar Filipus dilansir dari Makassar.terkini.id.

Baca Juga: Taat Sejak Dini hingga Dipastikan Bakal jadi Pendeta, Pemuda Ini Justru Mualaf

Salah satu yang membuatnya membenci Islam adalah karena menurutnya ajaran agama Islam itu tidak ada yang baik. Banyak berita menyebut Islam identik dengan terorisme, radikalisme, ajarannya ngawur, dan sebagainya.

“Yang saya tahu Islam itu gak ada yang baik. Sugesti atau berita yang masuk ke dalam diri saya tentang Islam semuanya negatif, yah terorisme, radikalisme, ajarannya ngawur, tukang kawin,” tambahnya dilansir dari Hops.id.

Baca Juga: Kagum Umat Islam Rajin Beribadah, Wanita Ini Putuskan Mualaf

Filipus Kristian kemudian tiga tahun menjadi seorang Muslim dan melakukan serangkaian penyelidikan guna menemukan keburukan-keburukan Islam. Ia bahkan sampai masuk pesantren untuk lebih memperdalam dan mencari tahu perihal pendidikan terorisme yang selama ini didengung-dengungkan oleh banyak pihak diajarkan dalam agama Islam.

Ternyata usahanya tak membuahkan hasil. Ketika menempuh pendidikan di pesantren, dirinya sama sekali tak menemukan adanya ajaran terorisme hingga mondok bertahun-tahun, dia sama sekali tak menemukan adanya ajaran terorisme atau radikalisme di ponpes itu. Ia kemudian memilih untuk menjadi mualaf sesungguhnya. Dia memutuskan berpindah agama dan memeluk Islam dengan keikhlasan batin. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS