Kadinkes Kendari Tegaskan Fogging Bukan Cara Pencegahan DBD

Apriliana Suriyanti

Reporter

Kamis, 17 Februari 2022  /  2:27 pm

Petugas sedang melakukan pengasapan di daerah yang terindikasi adanya jentik nyamuk aedes aegypti. Foto: Repro Kompas.com

KENDARI, TELISIK.ID - Pada umumnya masyarakat mempercayai fogging atau pengasapan sebagai salah satu cara pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepercayaan itu dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Kendari, drg. Rahminingrum, saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (17/2/2022).

Ia menegaskan, fogging dilakukan bukan untuk mencegah masyarakat terkena penyakit DBD.

"Masyarakat tolong jangan berharap fogging bisa mencegah DBD," ucapnya.

Fogging diterapkan, sambungnya, ketika di lingkungan tersebut sudah terjadi kasus DBD atau ditemukannya jentik nyamuk jenis aedes aegypti.

Baca Juga: Cegah DBD Warga Binaan, Dinkes Fogging Rutan Unaaha

"Atau ada beberapa di lingkungan tersebut yang menunjukkan gejala yang sama (DBD), nah baru ada indikasi untuk difogging," jelasnya.

Rahminingrum juga mengungkapkan, meski ditemukan adanya pasien yang terkena DBD, namun lingkungan yang ditempatinya bersih, tidak ada jentik dan nyamuk, maka tidak dilakukan fogging.

Baca Juga: Kapasitas Tempat Ibadah di Kota Kendari Dibatasi Maksimal 50 Persen

"Intinya begitu, demam berdarah hanya bisa ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti," katanya.

Ia berharap agar masyarakat tidak mengandalkan pengasapan sebagai cara mencegah penularan penyakit DBD.

Melainkan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan dan menguras bak air, serta tidak menggantung baju di balik pintu terlalu lama. (C)

Reporter: Apriliana Suriyanti

Editor: Haerani Hambali