Mahasiswa Kritik Polemik Pergantian Pimpinan DPRD Sulawesi Tenggara, Dinilai Ganggu Fokus Kerja Lembaga
Reporter
Selasa, 26 Mei 2026 / 12:28 pm
Sejumlah perwakilan mahasiswa foto bersama Sekretaris NasDem Sultra, Tahir Lakimi setelah menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap mengenai dinamika pergantian pimpinan DPRD. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - Polemik pergantian unsur pimpinan DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa.
Aliansi Mahasiswa Merdeka menilai dinamika politik yang berkepanjangan berpotensi mengganggu fokus kerja DPRD dalam menjalankan fungsi pelayanan terhadap masyarakat.
Mahasiswa menilai persoalan internal politik seharusnya tidak berlarut hingga mempengaruhi stabilitas kelembagaan.
Mereka mengingatkan DPRD sebagai lembaga representasi rakyat memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal berbagai agenda strategis daerah.
Baca Juga: Ombudsman Verifikasi Laporan Terhadap Sekda Konut Soal Putusan BPASN yang Batalkan Pemecatan ASN
Koordinator Aliansi Mahasiswa Merdeka, Ali Gufron mengatakan, polemik yang terus berkembang justru menimbulkan kesan bahwa kepentingan politik lebih dominan di banding kepentingan masyarakat.
“Publik tentu berharap DPRD lebih fokus pada kerja-kerja untuk rakyat, bukan sibuk dengan konflik internal yang berkepanjangan,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Gubernur Sulawesi Tenggara Target Tuntaskan Temuan BPK dan KPK, 13 Kasus Aset jadi Prioritas
Mereka juga menyoroti pentingnya ketegasan partai politik dalam menyelesaikan persoalan internal agar tidak menimbulkan ketidakpastian di ruang publik. Menurut mereka, dinamika yang terlalu lama dibiarkan dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
Selain itu, mahasiswa meminta seluruh pihak mengedepankan etika politik dan mekanisme organisasi dalam menyelesaikan persoalan pergantian pimpinan DPRD Sultra.
Aliansi Mahasiswa Merdeka berharap polemik tersebut segera menemukan penyelesaian sehingga DPRD Sultra dapat kembali fokus menjalankan fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran demi kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara. (C)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS