Meski Turun, Angka Kemiskinan NTT Masih di Peringkat Tiga

Berto Davids

Reporter Kupang

Sabtu, 18 Juni 2022  /  9:04 am

Potret kemiskinan di Provinsi NTT yang masih menempati peringkat ketiga. Foto: Ist.

KUPANG, TELISIK.ID - Angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat mengalami penurunan pada September 2021 sebesar 20,44 persen, atau menurun 0,55 persen poin terhadap Maret 2021 dan menurun 0,77 persen poin terhadap September 2020.

Namun itu belum mampu mengantar provinsi yang kerap dikunjungi Presiden Jokowi ini ke peringkat paling buncit. NTT masih tetap berada pada posisi ketiga setelah Papua dan Papua Barat.

Dari 34 provinsi di Indonesia, secara keseluruhan data termuktahir mengenai penduduk miskin di Indonesia yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik pada periode Maret-September 2021 menurun menjadi 9,71 persen pada periode yang sama di tahun 2020.

Menurut Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, Provinsi Papua menduduki urutan pertama provinsi termiskin di Indonesia dengan jumlah 27,38 persen. Kemudian di urutan kedua, ada Papua Barat dengan 21,82 persen.

Pada posisi ketiga, NTT, dengan 20,44 persen angka kemiskinan, lalu disusul Maluku dengan 16,30 persen.

Sementara itu, Aceh berada di posisi selanjutnya dan menjadi daerah termiskin di Sumatera.

Baca Juga: Pelaku Usaha UMKM Sektor Pariwisata Buton Tengah Digenjot Lebih Kreatif

"Data BPS yang sekarang masih yang sementara dipakai untuk memantau perkembangan lebih lanjut," kata Matamira, Sabtu (18/6/2022).

Menanggapi hal ini, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, menjelaskan bahwa jumlah penduduk miskin di NTT adalah 20,99 persen atau 1.169.310 jiwa. Sementara penduduk miskin ekstrem sebesar 11 persen atau 608.901 jiwa.

Untuk penanggulangan kemiskinan tersebut, butuh strategi yang komprehensif bukan sekedar memberikan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial.

Gubernur Viktor Laiskodat juga menegaskan pentingnya database kemiskinan yang baik karena setiap tahun dana yang dikucurkan cukup banyak baik lewat APBN, APBD dan Dana Desa namun kurang berdampak pada penurunan kemiskinan.

Baca Juga: Mulai 'Digoyang', Kabag Prokopim Sebut Ada yang Gelisah dengan Gebrakan Pj Bupati Muna Barat

"Karena kita belum punya database yang baik. Di mana kantong kemiskinanan, siapa yang miskin, kenapa dia miskin. Sehingga saat pemerintah lakukan intervensi dan dana pemerintah dapat menjawab tantangan kemiskinan ini," tuturnya.

Dia menambahkan, sedang disiapkan data yang lebih baik sehingga diketahui siapa yang miskin dan di mana dia berada, untuk menyusun perencanaan pemerintah yang tepat sasaran.

Gubernur Viktor pun menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan. Tentu juga dibutuhkan dukungan pemerintah pusat. Terutama bantuan pengadaan alat-alat pertanian untuk tanam dan panen yang lebih banyak. (B)

Penulis: Berto Davids

Editor: Haerani Hambali