Miss V Gatal Setelah Berhubungan Seks? Ini Penyebabnya

Adinda Septia Putri

reporter

Selasa, 21 Februari 2023  /  9:11 am

Penyebab Miss V gatal setelah berhubungan seks biasanya karena vagina yang kering, namun ada juga beberapa faktor lain. Foto: Repro Theasiaparent.com

KENDARI, TELISIK.ID - Kondisi organ intim wanita yang gatal setelah berhubungan seks tentu sangat mengganggu dan membuat tak nyaman. Gatal di area Miss V bisa disebabkan oleh banyak hal.

Dilansir dari Viva.co.id, rasa gatal tersebut biasanya muncul karena kondisi Miss V yang terlalu kering saat melakukan penetrasi. Hal tersebut membuat Miss V terasa perih saat berhubungan intim dan gatal karena gesekan yang kuat saat bercinta.

Dikutip dari Jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com, selain karena Miss V kering, beberapa hal berikut juga menjadi faktor organ intim kewanitaan gatal usai berhubungan.

1. Infeksi

Penyebab gatal lainnya pada Miss V  bisa disebabkan karena infeksi seperti infeksi jamur dan bakteri vaginosis (BV). Infeksi pada Miss V dapat berkembang dari bakteri, jamur seperti ragi, dan parasit.

Meskipun beberapa infeksi dapat ditularkan secara seksual.

2. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Ada sejumlah PMS yang dapat menyebabkan rasa gatal pada Miss V. Beberapa penyakit tersebut yakni:

- Trikomoniasis

Trikomoniasis dihasilkan dari infeksi parasit yang disebut Trichomonas vaginalis. Kebanyakan orang tidak memiliki tanda atau gejala apa pun, tetapi mereka yang biasanya mengembangkannya dalam waktu 5 hingga 28 hari setelah tertular.

Baca Juga: Ini 10 Penyebab Benjolan di Miss V, Hati-hati Kanker

Gejalanya mungkin termasuk keputihan dan rasa sakit yang berbau busuk atau terbakar saat berhubungan intim dan buang air kecil.

- Klamidia

Klamidia dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem reproduksi ketika tidak diobati. Kabar baiknya adalah klamidia dapat dengan mudah disembuhkan.

Kebanyakan orang dengan klamidia tidak memiliki gejala. Ketika mereka melakukannya, mereka mungkin mengalami keputihan yang tidak normal dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Gonore dapat menyebabkan komplikasi serius ketika tidak diobati. Ini sering tanpa gejala pada wanita, tetapi gejala awal dapat mencakup: buang air kecil yang menyakitkan, peningkatan debit, pendarahan pada organ vital.

- Herpes genital

Herpes genital disebabkan oleh dua jenis virus: herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) dan virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Seseorang dapat memiliki satu atau kedua jenis pada saat yang bersamaan.

Baca Juga: Cukur Bulu Kemaluan Sebelum Berhubungan Intim Ternyata Bahaya, Kenapa?

Herpes genital tidak selalu menyebabkan gejala, tetapi beberapa orang mengembangkan satu atau lebih lepuh pada atau di sekitar alat kelamin.

Herpes genital kadang-kadang disertai dengan gejala seperti flu, seperti: demam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri pada tubuh.

- Genital warts

Genital warts disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), umumnya tipe 6 dan 11. Mereka biasanya tidak menunjukkan gejala. Genital warts dapat berkisar dalam ukuran dan warna dan halus atau bergelombang.

Anda mungkin memiliki satu atau cluster. Bahkan jika anda tidak dapat melihat, mereka mungkin masih menyebabkan gejala bagi sebagian orang, seperti: gatal, rasa panas seperti terbakar, hingga perdarahan. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS