Kenaikan Gaji PNS 2026 Disebut Berkaitan dengan Rekrutmen CPNS, Berikut Penjelasannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 07 Februari 2026
0 dilihat
Isu kenaikan gaji PNS 2026 mencuat bersamaan pembahasan rekrutmen CPNS dan kondisi fiskal negara. Foto: Repro Nusaperdana
" Awal tahun anggaran baru memunculkan kembali pembahasan kenaikan gaji PNS 2026 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Awal tahun anggaran baru memunculkan kembali pembahasan kenaikan gaji PNS 2026 yang dikaitkan dengan rencana rekrutmen CPNS serta kondisi fiskal negara.
Isu mengenai penyesuaian gaji aparatur sipil negara kembali beredar di ruang publik seiring penyusunan kebijakan fiskal pemerintah untuk tahun berjalan. Perbincangan tersebut tidak hanya menyangkut besaran penghasilan pegawai negeri sipil, tetapi juga menyentuh peluang pembukaan formasi baru calon pegawai negeri sipil.
Banyak kalangan menilai dua kebijakan itu saling berkaitan karena sama-sama berdampak pada belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Di berbagai forum, pertanyaan serupa terus muncul mengenai kepastian kenaikan gaji PNS pada 2026 serta apakah kebijakan tersebut memengaruhi keputusan pemerintah membuka seleksi CPNS.
Pembahasan ini menguat karena setiap perubahan penggajian aparatur biasanya diikuti penyesuaian perencanaan anggaran jangka menengah. Pemerintah pun diminta memberi kejelasan agar informasi yang beredar tidak sebatas spekulasi.
Sejumlah pejabat kementerian keuangan menegaskan kebijakan penggajian tidak dapat diputuskan tanpa mempertimbangkan ruang fiskal negara.
Belanja pegawai harus diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional, termasuk pembiayaan program sosial, infrastruktur, dan pelayanan publik di daerah. Karena itu, penetapan gaji aparatur disebut selalu melalui kajian teknis yang ketat.
Kenaikan Gaji PNS 2026, Bagaimana Realitanya?
Pembahasan resmi terkait kenaikan gaji PNS 2026 mulai terlihat saat penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026. Namun hingga akhir 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan belum ada keputusan final mengenai kenaikan gaji pokok aparatur. Ia menyebut pemerintah masih menghitung kemampuan fiskal sebelum menetapkan kebijakan baru.
Baca Juga: Masa Kontrak Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu hingga September 2026, Nasib yang Digaji 0 Rupiah?
Dikutip dari Antara, Sabtu (7/2/2026), keterbatasan ruang belanja menjadi alasan utama pemerintah menahan penyesuaian gaji. Pos belanja pegawai dinilai sudah cukup besar sehingga perlu dikendalikan agar tidak mengganggu pembiayaan program prioritas lainnya. Pemerintah memilih menjaga keseimbangan antara kesejahteraan aparatur dan kesehatan APBN.
Hingga kini, struktur gaji pokok PNS masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024. Aturan tersebut mengatur besaran gaji berdasarkan golongan ruang dan masa kerja golongan. Selama belum ada regulasi baru yang menggantikan, ketentuan tersebut otomatis tetap berlaku pada 2026.
Dengan kondisi tersebut, istilah kenaikan gaji PNS 2026 yang beredar di masyarakat belum tercermin dalam kebijakan resmi. Besaran gaji masih sama seperti tahun sebelumnya; tidak ada penambahan nominal di luar mekanisme yang telah ditetapkan regulasi.
Kebijakan Penggajian dan Prioritas Fiskal
Melansir Beritasatu, Sabtu (7/2/2026), dalam RAPBN 2026, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menempatkan kehati-hatian fiskal sebagai pedoman utama.
Anggaran difokuskan pada program jangka panjang seperti penguatan layanan dasar, transformasi digital pemerintahan, serta pembangunan infrastruktur strategis. Konsekuensinya, ruang untuk menaikkan belanja pegawai menjadi terbatas.
Implementasi penggajian aparatur tetap berjalan normal sesuai struktur lama. Perhitungan gaji dilakukan berdasarkan golongan dan masa kerja tanpa perubahan signifikan. Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga kesinambungan fiskal agar defisit anggaran tetap terkendali.
Pendekatan tersebut menunjukkan pemerintah lebih memilih stabilitas daripada ekspansi belanja rutin. Kebijakan ini sekaligus memberi sinyal bahwa setiap penambahan beban tetap, termasuk gaji, harus dipertimbangkan secara matang.
Rekrutmen CPNS 2026 Masih Tahap Persiapan
Di sisi lain, perhatian publik tertuju pada rekrutmen CPNS 2026. Hingga saat ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama Badan Kepegawaian Negara belum mengumumkan jadwal resmi seleksi. Meski demikian, proses persiapan administratif disebut tetap berjalan.
Pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan aparatur di instansi pusat dan daerah. Evaluasi organisasi dilakukan untuk memastikan setiap formasi benar-benar diperlukan dalam mendukung pelayanan publik. Pendekatan ini bertujuan menghindari penumpukan pegawai pada sektor yang tidak prioritas.
Baca Juga: Penyesuaian Gaji PNS 2026 Semua Golongan, Berikut Komponen Penghasilan dan Hitungannya
Penundaan pengumuman juga berkaitan dengan penyelesaian tahapan seleksi sebelumnya. Pemerintah ingin memastikan proses rekrutmen berjalan tertib sebelum membuka formasi baru.
Kaitan Gaji dan Pembukaan Formasi CPNS
Hubungan antara kebijakan gaji dan rekrutmen CPNS sering dipandang saling memengaruhi. Namun pada 2026, pengaruh tersebut tidak bersifat langsung. Karena tidak ada kenaikan gaji signifikan, tekanan fiskal relatif stabil; tetapi kondisi ini tidak otomatis membuat seleksi baru segera dibuka.
Faktor utama tetap pada prioritas anggaran nasional serta hasil pemetaan kebutuhan pegawai. Formasi akan disiapkan jika benar-benar dibutuhkan untuk mendukung kinerja pemerintahan. Dengan demikian, keputusan pembukaan CPNS lebih ditentukan aspek perencanaan organisasi ketimbang isu penyesuaian gaji.
Secara keseluruhan, pembahasan kenaikan gaji PNS 2026 belum menghasilkan kebijakan baru. Struktur penghasilan masih mengikuti aturan lama, sementara rekrutmen CPNS menunggu evaluasi kebutuhan. Pemerintah menempatkan stabilitas fiskal sebagai dasar sebelum mengambil langkah lanjutan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS