Musim Kemarau Berkepanjangan Menurut Al-Quran dan Doa saat Cuaca Panas

Haerani Hambali

Reporter

Jumat, 20 Oktober 2023  /  8:54 pm

Musim kemarau dan kekeringan adalah salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Foto: Repro Suarasurabaya.net

KENDARI, TELISIK.ID - Dalam Islam, cuaca panas dijelaskan di beberapa dalil Al-Qur'an dan hadis. Musim kemarau panjang pernah terjadi ketika Allah menghukum Fir'aun dan kaumnya. Allah SWT berfirman:

"Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran (QS. Al A'raf: 130).

Dengan adanya cuaca panas saat ini, umat Muslim hendaknya semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dilansir Detik.com dari buku Shahih Bukhari Muslim karya Muhammad Fu'ad Abdul Baqi dan buku Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu': Volume 2 karya Muhammad Nasir al-Din Albani, terdapat beberapa hadis yang menjelaskan tentang cuaca panas.

1. Cuaca panas berasal dari embusan neraka Jahanam

Abu Hurairah RA berkata, "Nabi SAW bersabda: 'Jika cuaca sangat panas maka tunggulah sampai (agak) dingin untuk salat zuhur, sebab panas yang sangat itu berasal dari hembusan neraka jahanam.'"

Baca Juga: Kekeringan Sudah Terjadi Saat Ini, Tanda Kiamat Semakin Dekat?

Maksud dari hadits ini adalah "Tundalah sementara sampai udara agak dingin, tetapi tidak sampai waktu Ashar."

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda,

Abu Hurairah RA berkata: "Nabi SAW bersabda: 'Neraka pernah mengeluh kepada Tuhan: 'Ya Rabbi, sebagian diriku telah makan sebagian lainnya.' Maka Allah mengizinkan padanya untuk bernafas dua kali; yaitu satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas. Maka nafas api neraka itu lebih dahsyat dari panas yang dapat kamu rasakan dan lebih hebat dari dingin yang kamu rasakan.'"

2. Menunda salat Dzuhur saat cuaca panas

"Abu Dzar RA berkata: "Pada suatu hari mu'adzdzin Nabi SAW adzan, maka Nabi SAW bersabda kepadanya: 'Dinginkanlah dinginkanlah!' Atau beliau bersabda: 'Tunggulah sampai kami bisa melihat bayangan bukit-bukit itu.'"

3. Menyiram air saat berpuasa

Dalam kitab Muntaqal Akhbar min Ahaditsi Sayyidil Akhyar, Ibnu Taimiyah menukil hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dan Abu Dawud.

"Dari Abu Bakar bin Abdurrahman dari seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ia berkata, "Aku melihat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menuang air di atas kepalanya lantaran panas. Sementara beliau sedang berpuasa."

4. Wudhu saat cuaca panas

Barangsiapa membaguskan (menyempurnakan) wudhunya pada waktu cuaca sangat dingin, maka baginya pahala dua kali lipat. Dan barangsiapa yang membaguskan wudhunya pada waktu cuaca sangat panas, maka baginya satu pahala.

Doa saat Cuaca Panas

Ketika cuaca terasa panas, hendaknya seorang Muslim membaca doa untuk memohon perlindungan dari Allah SWT. Dikutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Amrin Ali Al-Kasyaf, doa saat cuaca panas adalah:

"Laa ilaaha illallaahu wahdahu, maa asyadda harru haadzal yaum, allahumma ajirnii min harri jahannam.

Artinya: "Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah panasnya hari ini. Ya Allah, lindungi aku dari panasnya api neraka." (HR Ibnu As-Sunni).

Baca Juga: Cara Syahadat Orang Tunawicara yang Hendak Masuk Islam

Mengutip Republika.co.id, Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan tentang makna kemarau sebenarnya yang perlu menjadi perhatian manusia. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Kemarau yang sesungguhnya bukanlah keadaan ketika kalian tidak diberi hujan. Kemarau yang sesunggguhnya adalah kalian diberi hujan, kemudian diberi hujan lagi, tetapi tidak tumbuh apa pun di bumi" (HR Muslim).

Allah SWT menimpakan para hamba-Nya dengan berbagai jenis musibah, salah satunya musibah kekeringan atau kemarau panjang. Dalam hadis di atas, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa kemarau yang sebenarnya itu bukanlah kekeringan. Tetapi, kemarau yang sebenarnya ialah banyak terjadi hujan tetapi tidak menghasilkan apa pun.

Kondisi ini terjadi karena Allah mencegahnya tumbuh. Karena itu, bisa saja terjadi hujan yang tidak menghasilkan apa-apa dan menumbulkan apa pun di muka bumi. Misalnya, karena kondisi tanah yang sudah rusak karena eksploitasi yang dilakukan manusia sehingga akibatnya, tidak mampu menumbuhkan tanaman apapun meski sudah dihujani berkali-kali.

Dengan demikian, berdasarkan hadis tersebut, kekeringan ekstrem bukan berarti hujan tidak turun, melainkan hujan turun tetapi tidak ada yang tumbuh. Hal ini disebabkan karena terjadinya kesulitan dan persoalan di antara manusia itu sendiri, meski sudah berharap datangnya kesejahteraan ketika hujan turun. (C)

Penulis: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS