Pantas Langsung Ngangguk saat Digoda Jokowi, Ternyata Kekayaan Elon Musk Tergantung pada Indonesia

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Jumat, 23 Juli 2021  /  1:36 pm

Orang terkaya di dunia, Elon Musk. Foto: Repro DOGE

JAKARTA, TELISIK.ID - CEO Tesla Elon Musk menjadi orang terkaya sedunia setelah dirinya semakin memantapkan dirinya di bisnis hijau.

Pengembangan produk-produk ramah lingkungan ternyata memang terbukti mampu mendongkrak kekayaan para miliarder.

Khusus untuk Elon Musk, maka produksi mobil listrik Tesla secara massal telah terbukti memasukannya dalam daftar 'miliarder hijau'.

Melalui kendaraan listrik tersebut, Tesla dianggap telah membuat dunia menjadi lebih hijau, lebih ramah akan lingkungan.

Merujuk pada data Bloomberg, mobil-mobil listrik tesla hingga saat ini telah dikendarai sejauh 10 miliar mil.

Jumlah tersebutlah yang kemudian dikalkulasikan melalui hitungan tertentu sehingga menghasilkan data yang menunjukkan penghematan lebih dari 4 juta metrik ton karbon dioksida.

"Elon Musk menjadi orang terkaya di planet pada awal tahun ini berkat lonjakan harga saham perusahaan," tulis Bloomberg, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Sabtu (10/7/2021).

"Gigafactory 1 miliknya masuk sebagai pabrik baterai dengan volume tertinggi di dunia."

Namun, tahukah Anda, jika sebenarnya di masa mendatang, keberhasilan Elon Musk menjadi miliarder dunia akan sangat tergantung pada Indonesia.

Tanpa sebuah cadangan alam dan produk dari Indonesia, bisa dipastikan Elon Musk akan kesulitan mempertahankan posisinya kini.

Bahkan bisa jadi, jika Indonesia mengalihkannya kepada pihak lain, pihak tersebutlah yang akan berada di pucuk tertinggi miliader hijau terkaya di dunia.

Dilansir dari intisari.grid.id, Elon Musk sendiri sepertinya tidak mau sedikitpun menutupi potensi ketergantungannya kelak pada Indonesia.

Baca juga: Per 12 Detik Orang Tua Meninggal Akibat COVID-19, Sudah 1,5 Juta Anak Jadi Yatim Piatu

Baca juga: Panas, COVID-19 Disebut Sengaja Dikembangkan di Lab Wuhan dan Didanai Amerika

Lihat saja bagaimana sang CEO tidak ragu-ragu bahkan sangat menyambut baik tawaran investasi yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam undangan yang disampaikan pada akhir tahun 2020 lalu tersebut, Elon Musk langsung memberikan respons yang positif.

Orang yang sempat membuat heboh dunia karena pernyataannya tentang uang kripto tersebut pun langsung mengutus timnya ke Indonesia pada Januari 2021.

Tujuannya sangat jelas, yaitu untuk segera melakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai tawaran investasi dari Jokowi.

Lalu, apa sebenarnya produk yang membuat Elon Musk akan sangat tergantung pada Indonesia?

Jawabannya tidak lain adalah baterai listrik yang menjadi inti tenaga dari mobil-mobil listrik buatan perusahaannya.

Nah, salah satu syarat mutlak dari pembuatan baterai listrik adalah keberadaan nikel. Untuk unsur penting tersebut, Indonesia boleh berbangga diri. Sebab cadangan nikel sangat melimpah di Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, Indonesia kini memiliki status mentereng: produsen dan eksportir nikel terbesar dunia.

Bahkan, data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 27 persen pasar nikel global dikuasai oleh Indonesia.

Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sepanjang 2019, menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproduksi 800.000 ton nikel.

Untungnya, pemerintah sigap melihat potensi kebutuhan baterai listrik sehingga segera membatasi ekspor bijih nikel.

Tujuannya jelas, agar Indonesia tidak mengekspor barang mentah, melainkan barang yang telah diolah, alias barang jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali