Pasien Sembuh dari COVID-19 di Kendari Terus Meningkat, Ternyata Ini Penyebabnya

Musdar

Reporter

Sabtu, 17 Juli 2021  /  9:56 am

Pasien COVID-19 yang sembuh di Kendari meningkat. Foto: Repro katadata

KENDARI, TELISIK.ID - Jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, terus bertambah.

Dalam lima hari terakhir, tercatat ada 338 orang yang dinyatakan sembuh.

Dengan meningkatnya pasien sembuh, total pasien COVID-19 yang sudah sembuh menjadi sebanyak 5.029 orang.

Jubir Satgas COVID-19 Kota Kendari, dr Alghazali Amirullah menyampaikan, meningkatnya pasien sembuh disebabkan karena keinginan pasien itu sendiri.

Keinginan itu, kata dr Alghazali, adalah keinginan pasien untuk bisa sembuh dari COVID-19.

"Pertama keinginan pasien untuk sembuh," kata dr Alghazali, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Rumah Kosong Depan Jembatan Teluk Kendari Hangus Terbakar

Baca juga: Jokowi Sumbang Sapi Kurban untuk Warga Sultra, Ini Penampakannya

Selain itu, adanya dorongan dari keluarga dan kerabat lain agar pasien itu dapat sembuh.

Tak hanya itu, dr Algazali juga melihat di beberapa rumah sakit di Kota Kendari, para tenaga kesehatannya turut mensuport agar pasien dapat segera sembuh.

"Ayo sembuh, semangat. Nah itu yang buat mereka sembuh," pungkas Ketua IDI Kota Kendari ini.

Sementara itu, Ketua Tim Media Center COVID-19 Kota Kendari, Hery Ashak, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menekan penyebaran COVID-19 di Kota Kendari.

Hal yang dapat dilakukan yaitu tetap mematuhi segala peraturan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Mari sama-sama kita bahu membahu, bekerjasama dalam rangka menekan penyebaran COVID-19 yang ada di Kota Kendari," ajak Hery Ashak.

Sebaran kasus sembuh COVID-19 per Jumat (16//7/2021) per kecamatan di Kota Kendari sebagai berikut:

  1. Kecamatan Wua-Wua 463 kasus
  2. Kecamatan Kambu 416 kasus
  3. Kecamatan Kecamatan Baruga 1.379 kasus
  4. Kecamatan Poasia 440 kasus
  5. Kecamatan Abeli 98 kasus
  6. Kecamatan Kadia 713 kasus
  7. Kecamatan Puuwatu 355 kasus
  8. Kecamatan Kendari Barat 511 kasus
  9. Kecamatan Kendari 183 kasus
  10. Kecamatan Mandonga 465 kasus
  11. Kecamatan Nambo 6 kasus. (B)

Reporter: Musdar

Editor: Haerani Hambali