Pasien yang Meninggal di RS Raha Akibat Tak Ditangani Dokter

Sunaryo

Reporter Muna

Selasa, 27 Juli 2021  /  8:35 pm

Direktur RS, dr Muhamad Marlin (paling ujung) mengikuti rapat bersama Bupati, LM Rusman Emba. Foto: Sunaryo/Telisik

MUNA, TELISIK.ID - Bupati Muna, LM Rusman Emba tidak tinggal diam dengan adanya pasien kebidanan yang meninggal di rumah sakit (RS), akibat tidak ditangani oleh tenaga medis.

Ia memanggil Direktur RS, dr Muhamad Marlin dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), La Ode Rimbasua, untuk memintai penjelasan alasan hingga pasien asal Desa Pajala, Kabupaten Muna Barat (Mubar) itu tidak mendapatkan pelayanan medis.

"Saya minta agar dijelaskan agar masyarakat tidak resah," kata Rusman, Selasa (27/7/2021).

Direktur RS, dr Muhamad Marlin mengungkapkan, permasalahan hingga pasien itu tidak mendapat tindakan medis dikarenakan dokter tidak mau menangani.

Ia sempat meminta pada dokter yang bertugas di kamar bersalin, agar menangani pasien tersebut. Namun, lagi-lagi para dokter tidak mau.

"Permasalahanya, karena dokter tidak mau menangani. Saya sudah menyampaikan agar pasien itu dirujuk, agar tidak terlantar di RS. Tetapi tidak dilakukan," katanya.

Alasan para dokter tidak mau menangani pasien dikarenakan jasa mereka dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) belum dibayarkan sejak tahun 2020 lalu.

Ia juga mengaku keliru dengan menerbitian surat penyampaian larangan menerima pasien rujukan di kebidanan, yang rapid test antigennya positif.

Baca Juga: Masuk Level 3, Muna Zona Orange Penyebaran COVID-19

Baca Juga: Pedagang Perhiasan Perayaan HUT RI Mulai Menjamur

Surat penyampaian itu lahir, dikarenakan dokter sudah tidak mau melaksanakan tugas.  

"Setelah kami rapat internal, mulai saat ini, pelayanan di kamar bersalin sudah berjalan normal. Surat penyampaian sudah dicabut," ujarnya.

Sementara itu, Kadinkes Muna, La Ode Rimbasua mengaku, telah melakukan rapat internal dengan Direktur RS, organisasi profesi, komite medis, dan IDI untuk menyikapi persoalan pelayanan di RS.

Ia mengaku tak mau dengar lagi, ada keluhan dari pasien terkait pelayanan.  

"Sudah clear semua. Mereka sudah menjalankan tugas lagi," tukasnya. (A)

Reporter: Sunaryo

Editor: Fitrah Nugraha

TOPICS