Pelihara Kucing Bisa Bikin Mandul? Berikut Penjelasan Medis dan Cara Aman bagi Ibu Hamil
Reporter
Jumat, 21 Agustus 2026 / 3:20 pm
Memelihara kucing tidak menyebabkan mandul, tetapi ibu hamil perlu mewaspadai risiko toksoplasmosis. Foto: Repro KOL.ID
JAKARTA, TELISIK.ID - Anggapan kucing menyebabkan mandul dibantah dokter hewan, sementara toksoplasmosis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan selama kehamilan.
Memelihara kucing saat menjalani program hamil atau ketika mengandung masih kerap dikaitkan dengan risiko kemandulan. Anggapan tersebut membuat sebagian perempuan khawatir, terutama karena adanya toksoplasmosis yang disebabkan parasit Toxoplasma gondii.
Dokter Hewan, drh. Ricky Halim, menegaskan bahwa memelihara kucing tidak menyebabkan seseorang menjadi mandul. Pernyataan itu disampaikan Ricky melalui unggahan di akun Instagram @drh.ricky_halim.
“Melihara kucing ga bikin mandul. Udah gitu aja,” tulis Ricky, seperti dikutip dari laman Haibunda, Jumat (21/8/2026).
Pernyataan tersebut juga diperkuat drh. Maulana Arraniri Putra melalui akun Instagram @vetarranirian. Ia menjelaskan bahwa kehamilan bukan alasan bagi seseorang untuk meninggalkan kucing yang telah lama dipelihara.
“Lagi hamil bukan berarti harus buang2in kucing yang udah lama dipelihara. Udah gitu aja,” ujar Maulana.
Baca Juga: Manfaat Air Beras untuk Perawatan Rambut, Bikin Sehat dan Kuat
Kucing Rumahan dan Risiko Toksoplasmosis
Ricky menjelaskan, kucing yang dipelihara di dalam rumah memiliki risiko lebih rendah terpapar Toxoplasma gondii, terutama jika tidak berburu hewan liar dan tidak diberi makanan berupa daging mentah.
“Kucing indoor, gak makan daging mentah, gak suka berburu tikus atau burung liar, hampir nol resiko toxo. Udah gitu aja,” ungkap Ricky.
Menurut Maulana, manusia tidak hanya dapat terpapar Toxoplasma gondii melalui kucing. Kebiasaan mengonsumsi daging mentah atau tidak matang serta tidak mencuci tangan sebelum makan juga perlu diperhatikan.
“Faktanya: Manusia kena toxoplasma gak cuma dari kucing doang, kebanyakan justru dari kebiasaan makan daging mentah atau tidak matang. Malas cuci tangan sebelum makan. Dan perlu diingat, gak semua kucing mengidap Toxoplasma,” katanya.
Karena itu, kebersihan menjadi hal penting bagi perempuan yang sedang menjalani program hamil maupun ibu hamil yang memelihara kucing.
Cara Aman Memelihara Kucing Saat Hamil
Ibu hamil tetap dapat memelihara kucing dengan memperhatikan pola perawatan dan kebersihan hewan. Ricky menyarankan agar kucing tidak diberi makanan berupa daging mentah dan tidak dibiarkan berkeliaran di luar rumah.
“Kalo hamil dan punya kucing yang penting makanan kucingnya gak daging mentah, gak dibiarkan outdoor, dan selalu rutin dijaga kebersihannya gak masalah kok serumah sama kucing,” ujar Ricky.
Maulana juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri. Ibu hamil dianjurkan mencuci tangan dengan sabun, menghindari makanan mentah atau tidak matang, serta mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
“Dan pastinya jaga kebersihan pribadi dengan rajin cuci tangan dengan sabun, jangan makan2an mentah atau tidak matang. Selalu cuci bersih sayur dan buah dan rutin memeriksakan kesehatan kucing kamu ke dokter hewan,” tulis Maulana.
American College of Obstetricians and Gynecologists atau ACOG juga menyebut perempuan tetap dapat memelihara kucing selama kehamilan dengan menerapkan langkah pencegahan terhadap toksoplasmosis.
Kucing yang sering keluar rumah dan berburu mangsa perlu mendapat perhatian lebih. Sebaliknya, risiko toksoplasmosis menjadi sangat rendah pada kucing yang dipelihara di dalam rumah, hanya mengonsumsi makanan kucing, dan tidak melakukan kontak dengan hewan luar.
“Bila memiliki kucing yang sering pergi keluar dan mencari mangsa, mintalah orang lain untuk membersihkan kotorannya. Bila kucing dipelihara di dalam ruangan, hanya makan makanan kucing, dan tidak melakukan kontak dengan hewan luar, risiko toksoplasmosis sangat rendah,” demikian penjelasan ACOG.
Centers for Disease Control and Prevention atau CDC menjelaskan bahwa kucing dapat terinfeksi Toxoplasma gondii ketika memakan hewan pengerat atau hewan lain yang terinfeksi.
Parasit tersebut juga dapat ditemukan pada daging mentah atau daging yang belum dimasak hingga matang. Karena itu, ibu hamil dianjurkan menghindari konsumsi daging mentah atau setengah matang serta menjaga kebersihan tangan dan makanan.
Pengalaman Warganet Memelihara Kucing Saat Hamil
Penjelasan para dokter hewan tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalaman tetap memelihara kucing ketika hamil.
“Betul bgt, aku dari SMP ngurusin banyak kucing, alhamdulillah sekarang punya 2 anak sehat semua MasyaAllah tabarakallah. Jadi semua memang sudah diatur Yang Maha Kuasa, tidak boleh nyalahin makhluk lain contohnya kucing yg selalu nemenin di rumah,” tulis akun @nu***.
Warganet lainnya mengaku tetap merawat lima kucing ketika hamil. Ia menyebut menggunakan masker dan sarung tangan ketika membersihkan kandang.
“Aku pas hamil ngurus 5 anabul, dari bersihin kandangnya buang pupnya,ngasih mamam mpushnya sendirian dan aku ga lupa pake masker dan sarung tangan buat ngerjain itu semuanya,” ungkap akun @mr***.
Baca Juga: Usai Lahiran Caesar, Kapan Boleh Hubungan Intim Lagi?
Pengguna lainnya juga menceritakan pengalaman hidup bersama kucing sejak kecil hingga memiliki tiga anak.
“Lhaaa aku contohnya. Dari kecil serumah sm kucing. Tapi macem liat kolor doang melendung nih perut. Sampe jd 3 anak. yg gede meski lahir premature 32w tp hampir ga pernah sakit dr bayi. Sekarang dah mo jadi insinyur aja. Fix itu mitos!” kata akun @ra***.
Sementara itu, akun @ang*** mengatakan keluarganya memelihara tiga kucing yang tidak pernah keluar rumah. Kucing tersebut juga mendapatkan makanan dan perawatan secara rutin.
“Saya memelihara 3 kucing, mereka ada sebelum istri hamil. Mereka kucing rumahan yang g pernah menginjak tanah sama sekali, tidak main keluar pagar rumah, makan minum dan kebersihan di jaga. Alhamdulillah semuanya sehat, istri juga sangat menjaga tidak sama sekali makan daging mentah, tidak semuanya toxo dari kucing,” tulisnya.
Dengan demikian, memelihara kucing tidak dapat disebut sebagai penyebab kemandulan. Hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan adalah pencegahan paparan Toxoplasma gondii melalui kebersihan lingkungan, makanan, tangan, dan perawatan kucing.
Ibu hamil yang memiliki kucing juga dapat meminta bantuan anggota keluarga lain untuk membersihkan kotoran kucing, terutama jika hewan tersebut sering berada di luar rumah. Jika harus melakukannya sendiri, kebersihan tangan dan perlindungan diri perlu menjadi perhatian. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS