Pengabdian S1 Farmasi Universitas Pelita Ibu Perkuat Kader Posyandu Dampingi Pasien Prolanis
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 20 Agustus 2026
0 dilihat
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Farmasi Universitas Pelita Ibu bersama kader Posyandu Puskesmas Abeli usai kegiatan sosialisasi dan pelatihan pendampingan kepatuhan minum obat pasien Prolanis di Posyandu Matahari, Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Foto: Ist.
" Program Studi S1 Farmasi Universitas Pelita Ibu Kendari memperkuat peran kader Posyandu dalam mendampingi kepatuhan minum obat pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di wilayah pesisir Kota Kendari "

KENDARI, TELISIK.ID - Program Studi S1 Farmasi Universitas Pelita Ibu Kendari memperkuat peran kader Posyandu dalam mendampingi kepatuhan minum obat pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di wilayah pesisir Kota Kendari.
Sebanyak 15 kader Posyandu Puskesmas Abeli dibekali pengetahuan dan keterampilan pendampingan agar penggunaan obat pasien lebih teratur, aman, dan sesuai arahan tenaga kesehatan.
Penguatan kapasitas kader dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Optimalisasi Peran Kader Posyandu Lansia dalam Pendampingan Kepatuhan Minum Obat Pasien Prolanis Berbasis Praktik Lokal di Pesisir Kendari.
Kegiatan digelar di Posyandu Matahari, Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Kamis (13/8/2026) pekan lalu.
Baca Juga: Cetak Bidan Unggul, Universitas Pelita Ibu Gandeng PT Richindo Gelar Pelatihan Spa dan Yoga Maternal Komplementer
Program ini dilaksanakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program BIMA, bekerja sama dengan Program Studi S1 Farmasi Universitas Pelita Ibu, Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo Kendari, dan Puskesmas Abeli.
Melalui kegiatan tersebut, kader mendapatkan pembekalan mengenai literasi obat dan kepatuhan minum obat, sekaligus pemahaman mengenai batas kewenangan kader dalam mendampingi pasien.
Ketua Tim Pengabdian, Apt. Muh. Ramadhan Salam, S.Farm., M.Pharm.Sci., mengatakan kader memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalankan pengobatan secara lebih teratur, terutama melalui pendampingan di lingkungan masing-masing.
“Kader tidak menggantikan peran tenaga kesehatan, melainkan berperan membantu mengingatkan, mengedukasi, memantau, mencatat, dan melaporkan masalah kepada petugas Puskesmas,” kata Ramadhan.
Untuk mendukung peran tersebut, kader diberikan pelatihan teknis penggunaan pill card, pill box beralarm, pengisian logbook pendampingan, serta alur pelaporan. Pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi pendampingan pasien dan keluarga.
Pendampingan dirancang agar kader memiliki pola kerja yang terstruktur, sekaligus mampu membantu Puskesmas mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi pasien dalam menjalankan pengobatan.
Anggota Tim Pengabdian, Apt. Rachma Malina, S.Farm., M.Clin.Pharm., mengatakan keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kepatuhan pasien.
“Pendampingan perlu dilakukan dengan pendekatan yang sopan, penggunaan bahasa sederhana, dan pelibatan keluarga agar pasien lebih mudah memahami serta menjalankan pengobatannya,” ujar Rachma.
Selain pembekalan, kemampuan kader dievaluasi melalui pre test dan post test, serta penilaian keterampilan melalui simulasi pendampingan. Evaluasi dilakukan untuk melihat pemahaman dan kesiapan kader dalam menerapkan materi yang telah diberikan.
Dari kegiatan kader memperoleh pemahaman mengenai literasi obat, batas kewenangan, serta sistem pendampingan yang lebih terstruktur. Mereka juga diharapkan mampu melakukan pencatatan dan pelaporan ketika menemukan kendala dalam kepatuhan pengobatan pasien.
Untuk menunjang keberlanjutan pendampingan, Tim Pengabdian memberikan sejumlah fasilitas kepada kader. Bantuan tersebut terdiri atas 100 pill card, 65 unit pill box beralarm, dan 25 eksemplar logbook pendampingan.
Baca Juga: Mahasiswa dan Dosen Universitas Pelita Ibu Dampingi Warga Moramo Utara Manfaatkan Mobile JKN
Tim juga menyediakan alat pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi alat ukur gula darah, kolesterol, asam urat, tekanan darah, serta pengukur tinggi badan dan lingkar perut.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi S1 Farmasi Universitas Pelita Ibu dalam mengimplementasikan pengetahuan kefarmasian melalui pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung literasi obat dan pendampingan pasien penyakit kronis di wilayah pesisir.
Tim Pengabdian berharap keterampilan yang diperoleh kader dapat diterapkan secara berkelanjutan melalui kunjungan berkala di lingkungan masing-masing.
Program tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi model pendampingan pasien Prolanis berbasis praktik lokal di wilayah pesisir Kota Kendari. (D-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS