Pertahankan Kearifan Lokal, Pemkot Kendari Produksi Beras Owoha

Sumarlin

Reporter

Kamis, 08 Juli 2021  /  9:36 am

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (tengah) melakukan panen padi di kawasan persawahan Amohalo Kecamatan Baruga. Foto: Sumarlin/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Mempertahankan kearifan lokal dan lahan persawahan di Kota Kendari, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian menciptakan brand beras lokal bernama Owoha.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir  mengaku, padi yang ditanam di lahan seluas 450 hektare di kawasan Amohalo ini, memiliki spesifikasi tersendiri yakni padi organik.

"Wilayah yang sedikit ini kita kemarin  orientasikan untuk menjadi pertanian organik sehingga mempunyai nilai lebih dan bisa nanti jadi keunggulan buat kita," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Kota Kendari yang memiliki lahan persawahan di tengah kota juga mempunyai nilai lebih yang patut dipertahankan.

Sehingga kata Kepala Dinas Pertanian Siti Ganef, kawasan Amohalo dijadikan kawasan agrowisata, dimana warga bisa belajar bercocok tanam dan menikmati pemandangan sawah di tengah kota dan mudah dijangkau.

"Selain sawah, di kawasan Amohalo juga terdapat sejumlah lahan yang ditanami buah-buahan, sayuran dan umbi-umbian, potensinya puluhan hektare," katanya, Rabu (7/7/2021).

Dengan memanfaatkan potensi yang ada di kawasan Amohalo, Dinas Pertanian berharap lahan tersebut tidak dialihfungsikan, apalagi lokasinya yang cukup strategis berada di tengah kota.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Kendari Muhammad Salam Hidayatullah, tidak semua kota di Indonesia memiliki areal persawahan, sehingga pemerintah kota melalui Dinas Pertanian punya perhatian khusus pada petani di Kawasan Amohalo.

"Seperti arahan Pak Wali, ada dua yang kita proteksi yang pertama petaninya karena ini kearifan lokal atau plasma nutfah yang harus kita jaga. Selain petani, yang kedua kita proteksi lahan pertanian dan produknya," ucapnya.

Baca Juga: Pemkot Kendari Vaksinasi 2 Ribu Orang per Hari

Baca Juga: Kendari Masih Level 3 COVID-19, Kok Bisa Masuk PPKM Mikro?

Kata dia, kawasan Amohalo merupakan sebuah ikon Kota Kendari yang harus diproteksi agar tidak terjadi alih fungsi lahan.

Dia menambahkan, beras Owoha yang digagas Dinas Pertanian merupakan upaya memberikan nilai tambah pada petani, sehingga mereka bisa mempertahankan lahan pertaniannya.

Dengan menyerap beras petani oleh ASN setiap bulan dengan nilai wajar bahkan lebih tinggi, merupakan jaminan bagi petani untuk terus menanam dan mempertahankan lahannya.

"Kalau hitung per jiwa maka jumlah serapan beras per bulan, kan PNS makan nasi, jumlah PNS kita yang aktif itu 6.397 orang. Kalau kita pakai angka 6 ribu maka tiap bulan itu petani kita harus siapkan 60 ton," tambahnya.

Saat ini Dinas Pertanian sudah mulai membeli beras petani Amohalo Owoha, bulan Juni beras petani bisa terserap hingga 3 ton. (A-Adv)

Reporter: Sumarlin

Editor: Haerani Hambali