Rumah Pangan Kita, Jaga Stabilitas Harga

Affan Safani Adham

Reporter Yogyakarta

Minggu, 07 Juni 2020  /  1:40 pm

Rumah Pangan Kita (RPK) di Yogyakarta kembali digalakkan di tengah masa pandemi COVID-19. Foto: Ist.

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Keberadaan Rumah Pangan Kita (RPK) di Yogyakarta kembali digalakkan di tengah masa pandemi COVID-19.

Selain diharapkan mampu mencukupi kebutuhan pangan, RPK diharapkan juga mampu menjaga stabilitas harga pangan.

Dan yang penting dari RPK ini adalah bisa menjaga kestabilan harga dan memberikan manfaat kepada warga  "Dengan ketersediaan bahan pokok," ucap Drs Heroe Poerwadi, MA, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Minggu (7/6/2020).

Hingga saat ini sudah ada 45 RPK yang tersebar di seluruh kelurahan. Namun belakangan yang mulai aktif lagi ada 9 RPK.

"Tentu kita akan terus dorong RPK yang lain untuk aktif dan di tengah situasi seperti ini keberadaan RPK sangat dibutuhkan warga,"  katanya.

Selain Bulog sebagai mitra kerja RPK, Heroe meminta supaya kampung sayur dan kelompok budidaya lele cendol dilibatkan untuk menyuplai kebutuhan warga seperti hasil panen sayuran dan lele.

Baca juga: Ini Daftar Handphone Murah dengan Kualitas Terbaik

"Dengan suplai barang dari masyarakat akan memudahkan kampung sayur dan kelompok budidaya lele cendol untuk menjual hasil panen mereka dengan mudah," jelas Heroe.

Dalam kondisi seperti ini, Wakil Wali Kota Yogyakarta mengajak warga masyarakat untuk terbiasa membeli barang dari tetangga sendiri.

"Karena saling memberikan untung kepada tetangga tentu lebih baik," kata Heroe Poerwadi.

Selain itu, jika membeli di luar, tentu juga akan lebih mahal karena lebih jauh.

Heroe memastikan, stok pangan di Kota Yogyakarta masih mencukupi hingga September 2020 mendatang. "Namun tentu kita harus tetap berusaha untuk meningkatkan produktivitas sehingga kebutuhan pangan bisa tercukupi secara mandiri," jelasnya.

Di sisi lain, untuk menjaga stabilitas harga pangan, pihaknya akan terus melakukan operasi pasar. Terutama untuk gula pasir yang harganya masih diatas HET (Harga Eceran Tertinggi).

Baca juga: Warga Kolaka Temukan Tambang Emas

Wakil Wali Kota Yogyakarta juga menyampaikan, saat ini kondisi harga kebutuhan pokok di pasar Kota Yogyakarta masih tergolong stabil. "Dan belum ada kenaikan harga secara signifikan," terangnya.

Stok bahan pangan di Kota Yogyakarta aman. Jadi, kata Heroe Poerwadi, masyarakat jangan sampai membeli dalam jumlah besar untuk menimbun.

Heroe mengatakan, operasi pasar tidak hanya dilakukan sekali oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Namun beberapa waktu lalu juga dilakukan operasi pasar dengan bahan pokok yang berbeda-beda seperti gula dan beras.

Operasi pasar kali ini merupakan permintaan dari kelurahan. Dan pihak persatuan pengusaha padi atau Perpadi sendiri juga siap untuk menyediakan berasnya.

"Kebutuhan pokok kita memang masih tersedia dan tidak ada bahan pokok yang mengkhawatirkan stoknya," katanya.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Haerani Hambali