Rusman Tegaskan Penyambungan Pipa di Kontunaga Gratis

Sunaryo

Reporter Muna

Selasa, 13 Oktober 2020  /  8:06 am

LM Rusman Emba bersama warga Desa Masalili menggelar syukuran atas mengalirnya air bersih. Foto: Sunaryo/Telisik

MUNA, TELISIK.ID - Setelah menanti selama 33 tahun, warga Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna akhirnya mulai bisa menikmati air bersih. Air mulai mengalir dari bak penampungan di Puncak Lakude. Sebagai rasa syukur, warga Desa Masalili menggelar doa bersama, Senin malam (12/10/2020).

Mereka mengundang LM Rusman Emba yang telah mengupayakan hingga pembangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Kecamatan Kontunaga terealisasi.

Akan tetapi, di tengah air sudah mengalir hingga ke depan rumah, warga dibuat resah dengan isu yang sengaja dihembuskan oknum-oknum tertentu terkait adanya biaya sambungan pipa tersier sebesar Rp 3 juta.

Rusman yang mendapat laporan itu menegaskan bahwa untuk penyambungan pipa tersier gratis. Ia sudah menyiapkan anggarannya.

"Jadi tidak benar itu kalau ada bayaran hingga Rp 3 juta. Jangan sampai oknum-oknum itu yang mau ambil uangnya. Intinya gratis," tegas Rusman disambut applause warga.

Mantan Senator DPD-RI menerangkan,  untuk pembangunan SPAM itu butuh proses yang panjang. Tahun 2019, ia berusaha mencari sumber anggaran sebesar Rp 10 miliar melalui dana pinjaman. Namun, gagal cair. Nah, karena kesabarannya, tahun 2020, berkat komunikasinya di pusat yang dibantu Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Ridwan Bae, anggaran kemudian dikucurkan sebesar Rp 24,5 miliar.

Baca juga: Ini Penyebab Kemiskinan Masyarakat Pesisir di Kolaka Utara

"Ini semua berkat ikhtiar dan doa kita semua sehingga saat ini warga sudah dapat merasakan air bersih," ujarnya.

Suami Yanti Setiawati itu berjanji akan terus memberi perhatian serius pada Desa Masalili. Menurutnya, desa tersebut sudah terkenal dengan kain tenunan hingga mancanegara.

"Kita akan jadikan Masalili sebagai icon wisata. Jalan menuju puncak Lakude tempat bak penampungan air akan kita aspal dan menata puncak dengan membangun vila, sehingga wisatawan bisa nyaman nantinya," janjinya.  

La Ode Rasali, tokoh masyarakat Desa Masalili tak menyangka air akan megalir. Selama ini, sudah banyak isu bahwa air yang mengalir dari bak penampungan berasal dari mobil tangki. Padahal, itu semua bohong. Air yang mengalir bersumber dari Jompi yang ditarik menggunakan mesin hingga ke bak penampungan di Puncak Lakude.

"Kami sangat berterima kasih pada Pak Rusman Emba yang sudah memberikan perhatian serius pada warga. Ini adalah sejarah, tanpa, upaya Pak Rusman, air tidak mungkin akan mengalir," kata mantan Kades Masalili itu.

Baca juga: Demi Kelancaran Arus Lalin, Warga ini Bersihkan Sisa Ban Terbakar Pendemo

Irwan Sangia, tokoh pemuda Desa Masalili menegaskan, dengan telah mengalirnya air, merupakan suatu rahmat bagi warga. Pasalnya, selama ini untuk pemenuhan kebutuhan sehari-sehari, warga harus mengeluarkan uang untuk membeli air.

"Sekarang tidak susah lagi cari air. Bila selama ini, kita mandi pakai air hujan, sekarang tinggal putar kran," ujarnya.

Sementara itu, Camat Kontunaga, Andi April menerangkan, rencananya, SPAM akan diresmikan pada 15 Oktober mendatang. SPAM akan diserahkan dari Balai Pemukiman Wilayah Sultra ke Pemkab Muna. Lalu, akan serahkan ke PDAM untuk dikelola.

"Info dari kontraktornya, tanggal 15 Oktober ini akan diserahkan," timpalnya.

Pembangunan SPAM Kontunaga menghabiskan anggaran sebesar Rp 24,5 miliar dengan kapasitas 20 liter perdetik yang mampu melayani sekitar 1.000 sambungan rumah. (A)

Reporter: Sunaryo

Editor: Haerani Hambali

TOPICS